29 April, 2008
Prees Release
|
|
|
TRIBUTE TO WOMEN: Gallery Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) bekerjasama dengan Plaza Semanggi dan Kompas mempersembahkan Tribute to Women 2008 pada tanggal 22 April 2008 bertempat di Plaza Semanggi. Tribute to Women ini yang merupakan penghargaan terhadap 10 perempuan Indonesia dan sekaligus pameran foto potrait 10 wanita Indonesia yang dianggap dapat memberikan inspirasi kepada wanita Indonesia lainnya. Para wanita Indonesia tersebut adalah : Ibu Dr. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI), Ibu Diana Santosa (Pengusaha Batik), Ibu Dr. drh. Ligaya Ita Tumbelaka, Sp.MP, M.Sc (Pencatat Silsilah Harimau Sumatera Regional Indonesia, di Taman Safari Indonesia), Ibu Mirza Dikari Kusrini, Ph.D (Ahli Ekologi Katak), Ibu Meuthia Kasim (Media), Ibu Mira Lesmana (Produser Film dan Sutradara), Ibu Maia Estianty (Artis), Ibu Dita Indah Sari (Aktivis Perempuan), Ayu Utami (Penulis), Irene Kharisma Sukandar (Pecatur Dunia). Penghargaan diberikan langsung kepada semua peraih penghargaan secara langsung oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Ibu Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono yang didampingi Dirut LKBN ANTARA, Mukhlis Yusuf dan Direktur Plaza Semanggi, Christopher. Dirut Perum LKBN ANTARA; Mukhlis Yusuf, yang akrab disapa Emye, menegaskan bahwa penghargaan ini ditujukan untuk memberikan apresiasi terhadap passion para wanita Indonesia yang telah meraih buah dari kerja keras dan konsistensi mereka dalam memilih karya atau peran sebagai perempuan Indonesia. “Tentu, ada nilai-nilai yang secara sadar sedang diperjuangkan oleh para wanita Indonesia tersebut yang layak diapresiasi, dengan segala kekurangannya”, tandas Emye. Emye mengajak pemaknaan Hari Kartini bukan semata-mata perjuangan emansipasi, melainkan sebagai gerakan kebebasan para wanita Indonesia untuk memilih karya atau peran yang dijalaninya. Dengan karya atau peran yang dijalaninya, para wanita Indonesia peraih penghargaan tersebut telah memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia lainnya dalam berbagai kategori karya yang berbeda-beda. “Apapun pilihan karyanya, mereka sedang berusaha melakukan yang terbaik”, tegas Emye. Emye menghargai pilihan anggota dewan juri yang berasal dari LKBN ANTARA, Kompas dan Plaza Semanggi. Dalam sambutannya, Emye memperkenalkan GFJA adalah gallery yang dipersembahkan LKBN ANTARA bagi masyarakat Indonesia dan dunia, sebagai sumbangsih LKBN ANTARA terhadap pengembangan karya jurnalistik foto dan upaya LKBN ANTARA untuk membangun komunitas penggiat dan pencinta foto jurnalistik. Setiap tahun GFJA, yang dipimpin suhu fotografi jurnalistik Indonesia; Oscar Motuloh; melatih puluhan jurnalis foto dari berbagai media dan lapisan masyarakat. GFJA ini terletak di Jalan Antara Pasar Baru, kawasan kota tua yang telah ditetapkan oleh Pemrov DKI sebagai cagar budaya. Emye menawarkan kemitraan bagi masyarakat, baik Pemerintah, swasta maupun publik untuk menyelenggarakan berbagai event kebudayaan di lokasi GFJA ini. Dachri MS (Majalah Femina), Endro Gunawan (Majalah Kartini), Muhammad Fahri (Majalah Paras), Rahmad Gunawan (Majalah CLARA), Arief (Majalah Go Girl), Abib (Majalah Alia), Yuan Reva (Majalah Female), Kemal Akbar (Majalah Bazaar), Romy (Tabloid Nova), Barrie (Tabloid Wanita Indonesia). |
|
|
29 April, 2008
Kuratorial
| Antara Memilih Foto dan Menjatuhkan Pilihan |
| Memilih foto adalah pekerjaan yang sangat sulit karena memilih foto tidak punya tolok ukur yang pasti selayaknya rumus matematika. Sebuah foto yang bagus di mata seseorang, bisa jadi merupakan foto yang buruk di mata orang lain. Indah atau buruknya sebuah foto sangat terkait dengan subyektifitas orang yang mengamati sebuah foto.Demikian pula dalam pemilihan foto serta pemilihan tokoh yang mendapat penghargaan dari Plaza Semanggi, 22 April 2008 ini. Mengapa mereka dipilih, mengapa bukan dia, dia atau dia ? Dalam setiap pilihan selalu terkandung kadar subyektifitas, dan hal ini harus dihargai sejauh subyektifitas yang terjadi masih masuk dalam koridor yang wajar dalam kacamata umum. Subyektifitas yang terlalu melenceng, akan membuat sang pengambil keputusan tidak akan mendapat kepercayaan lagi di masa mendatang. Kesepuluh tokoh yang mendapat penghargaan malam ini telah dipilih oleh panel yang dianggap akan mengambil keputusan dengan obyektif. Demikian pula kesepuluh foto tentang mereka yang dibuat oleh sepuluh fotografer pilihan. Semua telah bekerja keras untuk menciptakan sesuatu yang setidaknya bisa memberikan jejak dan peneladanan untuk masa depan. Kecil atau besar, sebuah usaha yang baik tentu akan berbuah hasil yang baik pula. Selamat mengapresiasi pilihan Plaza Semanggi. Selamat Hari Kartini ! Kurator |
26 April, 2008
Sri Mulyani Indrawati

Lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 26 Agustus 1962. Seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Ia kemudian dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan (reshuffle) kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela sidang tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Mulyani_Indrawati )
26 April, 2008
Diana Santosa

Lahir di Surakarta, 21 November 1969, Putri kedua pasangan H. Santoso Doellah dan Hj. Danarsih inilah yang akhirnya meneruskan usaha yang sudah di rintis oleh kedua orang tuanya. Sebagai Direktur Pelaksana PT Danar Hadi, Dalam kurun waktu 12 tahun, wanita yang juga lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti ini telah berhasil membawa Batik Danar Hadi memasuki pasar Amerika dengan manajemen modern.
Yang sedang dijalani Diana, antara lain, menyuplai batik untuk Robert Kaufman, pemasok terbesar quilt market di Amerika. Quilt merupakan seni menyatukan bahan perca menjadi penutup tempat tidur atau sarung bantal. Sekalipun begitu, Direktur Pelaksana PT. Danar Hadi itu tak melupakan lini utama bisnis keluarga, yakni tekstil dan garmen batik.
Selain semangat berbisnis Diana juga mewarisi semangat kecintaannya pada budaya bangsa (batik) yang dimiliki kedua orang tuanya.
Museum Batik Danar Hadi yang didirikan kedua orang tuanya itu tidak luput dari perhatiannya. Hingga saat ini setelah proses Renovasi pada tahun 1999 koleksi Museum Batik Danar Hadi telah mencapai angka lebih dari lima ratus ribu jenis batik. (sumber : http://www.aksesdeplu.com/DARI%20kurcaci.htm)
26 April, 2008
Ligaya Tumbelaka
Ligaya terlahir sebagai anak pasangan Lendy Roland Tumbelaka dan Sophia Maria Theresia Pangalila-Tumbelaka. Pendidikan tinggi anak keempat dari sembilan bersaudara ini diselesaikan di kota hujan Bogor. Lulus pada 1983 sebagai sarjana kedokteran hewan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB), setahun kemudian wanita yang gesit dan ramah ini berhasil meraih gelar dokter hewan di FKH-IPB.
Gelar Master of Science di bidang biologi reproduksi dan endokrinologi dia peroleh dari Department of Animal Science, Oregon State University, AS, pada 1990. Dua tahun kemudian, pendidikan spesialisasi I bidang kesehatan dan budidaya satwa primata di Bowman Gray School of Medicine, Wake Forest University, AS, berhasil diselesaikannya. Sepulang dari negara Paman Sam, Ligaya melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen. Sambil mengajar dia menuntut ilmu lagi. Gelarnya pun menjadi lengkap ketika pada 1997 dia meraih gelar doktor bidang Sains Veteriner di FKH-IPB.
Kariernya sebagai dosen dimulai setahun setelah menjadi dokter hewan. Profesi pendidik ini masih dia tekuni hingga sekarang. Dari ruang kerjanya yang sarat buku, dia menyiapkan materi kuliah untuk mahasiswanya. Dari ketekunannya menjalani profesi di ruang ini pula dia bisa meraih predikat dosen teladan di lingkungan kerjanya tiga tahun lalu.
Saat tercatat menjadi staf di Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian, IPB, dia mendapat tawaran sebagai personel dalam rangka kerja sama TSI-IPB. Tawaran dari atasannya, drh. Dondin Sayuthi, MS, Ph.D., itu pun dia terima. Bahkan tugas itu memberinya jalan ke tugas yang lebih menantang, sebagai studbook keeper.
Pada awalnya Ligaya mengaku tidak tahu apa-apa. “Tapi saya termasuk orang yang percaya bahwa pencatatan adalah hal yang paling penting. Makanya, waktu saya diberi tanggung jawab ini, saya merasa tersanjung juga. Saya menerima tugas ini. Terus terang saya suka bekerja dan apa pun pekerjaan yang bisa saya kerjakan dengan baik, ya akan saya terima. Kebetulan di sini ada penangkaran harimau sumatra yang erat kaitannya dengan profesi saya. Saya juga pernah berucap bahwa kalau saya mendapat kesempatan dengan hewan selain primata maka saya akan pilih harimau sumatra. Eh, pucuk dicinta ulam tiba. Ada penawaran, ya saya terima.” Tugas baru inilah yang membuatnya bermetamorfosa menjadi “orang harimau” dan terpilih sebagai studbook keeper-nya.
(Sumber : www.indomedia.com/intisari/1999/april/macan.htm)
26 April, 2008
Mirza Dikari Kusrini
![]()
Ahli Ekologi Perairan, Ekologi Herpetofauna
Pendidikan
- S1 - Fakultas Perikanan, IPB, 1988
- S2 - Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan, IPB, 1997
- S3 - School of Tropical Biology, James Cook University, Australia, 2005
Karya Ilmiah / Jurnal :
- Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo Anura) Di Kebun Raya Bogor, Konservasi Amfibi dan Reptil Di Indonesia Departemen Konservasi Saumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB, kerjasama dengan Indonesian Reptil And Amphibian Trade Assosiation, ISBN : 979-97636-1-7, 2003
- Keanekaragaman Amfibi (Ordo Anura) Di Sungai Ciapus Leutik, Bogor Jawa Barat, Konservasi Amfibi dan Reptil Di Indonesia Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB kerjasama dengan Indonesian Reptil And Amphibian Trade Association, ISBN : 979-97636-1-7, 2003
- Keanekaragaman Spesies Amfibhi di Sunmgai Cilember Dalam Kawasan Wana Wisata Curug Cilember, Bogor, Jawa Barat, 2003. Konservasi Amfibi dan Reftil di Indonesia Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan fakultas Kehutanan IPB dengan Indonesian Reptil And Ampibian Trade Association, ISBN : 979-97636-1-7. 2003
- Studi Keanekaragaman Amfibi (Ordo Anura) Di Areal PT. Intracawood Manufacturing, Kalimantan Timur. 2003. Konservasi Amfibi Dan Reptil Di Indonesia Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB dengan Inmdonesian Reptil And Amphibian Trade Association, 979-97636-1-7, 2003.
- Predicting The Impact Of Frog Legs Trade In Indonesia : An ecological view of Indonesian frog legs trade, with the emphasize of Javanese edible frog species, Konservasi Amfibi dan Reptil Di Indonesia, ISBN 979-97636-1-7, 2003
- Promoting Frog Conservation Through Environmental Education And Research Experience : Pilot Project in West Java, Indonesia, ISBN 979-97636-1-7, 2003
- Prevalensi Cacing Trematoda pada Katak Sawah (Fejervarya cancrivora) dan Katak Batu (Limmonectes macrodon)di Tiga kecamatan dalam Wilayah Kabupaten Bogor, Media Konservasi, ISSN 0251-1677, Vol. IX, No.1 Januari-Juni 2004
- Studi Pendahuluan : Keberadaan kura-kura Rote (Chelodina mccordi, Rhodin 1994) di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Media Konservasi Vol. X No. 2, ISSN 0251-1677, Desember 2005
(sumber : http://www.ipb.ac.id/imhere-training/kshe/?q=node/8)
26 April, 2008
Meuthia Kasim

Lahir 19 Agustus 1968 adalah penyiar, presenter, dan direktur PT Mugi Rekso Abadi untuk divisi media dan elektronik. Meuthia pernah menjadi juri reality show Indonesian Idol untuk musim pertama dan kedua.
Mukas, demikian kerap disapa, menyelesaiakn pendidikan S-1 Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, setelah itu mendapatkan gelar MBA dari The University of Chicago Graduate School of Business di Singapura. Dia berhasil memperoleh gelar itu setelah menempuh pendidikan program eksekutif selama 20 bulan.
Mukas pernah mendapat julukan sebagai ‘Ratu Radio’. Hal ini karena Mukas mengawali karier sebagai penyiar radio dan sukses pula membidani lahirnya beberapa stasiun radio yang kini berkibar. Antara lain, seperti MTV on Sky, Hard Rock FM, I-Radio, dan 90.4 Cosmopolitan FM. Mukas juga menjadi Director and Project Head dari saluran televisi terbatas, “O Channel”. Seluruh perusahaan media itu, tergabung dalam satu kelompok usaha media, MRA Media. Di perusahaan sub-holding yang mengoperasikan 9 stasiun radio dan stasiun TV terbatas di Jakarta ini, Meuthia menjabat sebagai Managing Director.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Meuthia_Kasim)
26 April, 2008
Mira Lesmana

Lahir di Jakarta, 8 Agustus 1964 adalah salah seorang produser film asal Indonesia yang paling berhasil pada tahun 2000-an, yang merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia di tahun 60-an Nien Lesmana.
Lulusan Institut Kesenian Jakarta yang dikenal sebagai produser bertangan dingin ini memulai karirnya di perusahaan periklanan. Pada tahun 1996 dia mendirikan Miles Productions, yang kemudian memproduksi beberapa film-film sukses seperti Ada Apa Dengan Cinta dan Petualangan Sherina.
Beberapa film yg di produserinya :
3 Hari Untuk Selamanya, 2007, Produser
Untuk Rena, 2006 Produser
Garasi, 2006, Produser
Gie, 2005, Produser
The Year of Living Vicariously, 2005, Produser Eksekutif
Rumah Kaca, 2003, Producer
Eliana, Eliana, 2002, Co-producer
Ada Apa Dengan Cinta, 2002, Produser
Petualangan Sherina, 2000, Produser
Kuldesak, 1998, Sutradara
Ceh Kucak Gayo, 1995, Co-producer
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Mira_Lesmana)
26 April, 2008
Maia Estianty

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 27 Januari 1977. Maia atau lebih dikenal dengan nama Maia Ahmad adalah salah satu penyanyi dari grup musik Ratu. Maia membentuk grup musik duo yang bernama Ratu bersama Pinkan Mambo. Ditahun 2003 album pertama mereka yang bertitel Bersama dengan single andalan “Aku Baik-Baik Saja”, “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu”, dan “Jangan Bilang Siapa-Siapa”.
Tidak beberapa lama, Pinkan keluar dari Ratu dan memutuskan bersolo karir. Kedudukan Pinkan digantikan oleh Mulan Kwok yang didapat melalui proses audisi. Namun untuk kedua kalinya Maia harus ditinggal rekannya.
Dan diawal tahun 2008, Maia melakukan proses audisi kembali dan bertemu dengan Mey Chan. Namun Maia tidak menggunakan nama Ratu lagi. Ia menamakan grupnya Duo Maia. Album terbaru mereka yang berjudul Maia & Friends diluncurkan di awal bulan Januari 2008.
Maia memang seorang ibu yang baik dan tegar dimata ketiga anaknya. Meski tengah dirundung masalah dan segudang kesibukan, Maia berusaha menjaga hubungan dengan anak-anaknya. Setiap kali Al, El dan Dul menghadapi ulangan umum, Maia berusaha mendampingi mereka dengan mengurangi aktivitasnya.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Maia_Ahmad), (Koran Tempo, Edisi Minngu, 6 April 2008)
26 April, 2008
Dita Indah Sari

Lahir di Medan, Sumatra Utara pada tanggal 30 Desember 1972. Anak kedua dari dua bersaudara ini lahir dari pasangan Adjidar Ascha dan Magdalena Willy F Firnandus.
Pendidikan dasarnya mulai dari Taman Kanak-kanak sampai SMP diselesaikan di Harapan Medan. Pendidikan menengah atasnya diselesaikan di SMU I PSKD (1988-1991), Jakarta. Dunia gerakan mulai dikenalnya ketika menjadi mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1991. Pada tahun 1992 ia bergabung dengan Forum Belajar Bebas, sebuah kelompok studi mahasiswa progresif yang membahas persoalan demokrasi dan keadilan sosial.
Berlanjut dari kelompok studi, Dita kemudian menjadi organisator buruh di daerah Tangerang, Bogor, dan Pluit mulai tahun 1993, sampai pada tahun 1994 bersama kawan-kawan yang lain mendirikan Partai Rakyat Demokratik.
Dalam kongres Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI) yang pertama di Semarang, Oktober 1994, Dita Sari dipercaya menjadi Sekretaris Jenderalnya yang pertama. PPBI adalah satu-satunya organisasi buruh yang pada masa itu melakukan demonstrasi menuntut kenaikan upah, penghidupan yang layak buat kaum buruh dan penggulingan Soeharto. Sampai pada Februari 1995 Dita kemudian dipercayakan menjadi ketua umum PPBI.
Dita Sari begitu namanya sering disingkat kemudian ditangkap ketika sedang memimpin aksi di Tendes, Surabaya bulan Juli 1996. Dalam sebuah pengadilan yang tidak adil, Dita dijatuhkan hukuman delapan tahun penjara beserta beberapa teman-temannya yang lain, dan oleh rezim Soeharto PPBI dianggap sebagai organisasi terlarang.
Dita Sari pernah ditahan di LP Wanita Malang dan LP Wanita Tangerang periode tahun 1997-1998, Dita kemudian dibebaskan setelah mendapat amnesti dari Presiden Habibie. Tahun 1999 Dita kemudian mendeklarasikan Front Nasional
Perjuangan Buruh Nasional Indonesia, yang merupakan penggabungan antara PPBI dengan serikat-serikat buruh lokal seperti PPBS Surabaya, dan SBI Bandung; Dita terpilih sebagai ketuanya.
Pada September 2001, Dita mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award. Februari 2002 Dita juga mendapat Reebok Human Rights Award, yang kemudian ditolaknya karena Reebok sebagai salah satu perusahaan sepatu besar yang tidak berpihak terhadap kesejahteraan kaum buruh. Dalam periode ini Dita juga tercatat sebagai salah seorang pendiri sebuah lembaga penelitian, yaitu Lembaga Pembebasan Media dan Ilmu Sosial (LPMIS), serta Senjata Kartini sebuah LSM yang bergerak di bidang perempuan.
Memasuki momentum pemilu 2004, FNPBI, bersama organisasi sektoral lainnya, seperti SBMI, JMD, STN dll, mendirikan Partai Persatuan Oposisi Rakyat (POPOR), dan Dita terpilih sebagai ketua umum, akan tetapi POPOR kemudian gagal memenuhi verifikasi Depkeh HAM.
Pada Maret 2005, dalam kongres luar biasa Dita Indah Sari terpilih sebagai ketua umum Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD).
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Dita_Indah_Sari)




