ilustrasi
england-flag

English

england-flag

Indonesia

SIARAN PERS

LKBN ANTARA Pimpin Organisasi Kantor Berita ASIA PASIFIK

12 December, 2007

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara akan memimpin Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) untuk masa kepemimpinan selama tiga tahun (2008-2010) dan sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Umum organisasi kantor-kantor berita kawasan tersebut pada pertengahan Desember 2007.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan membuka Sidang Umum OANA yang berlangsung di Jakarta 10-13 Desember 2007, kata Direktur Utama LKBN Antara Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf seusai bersama direksi lainnya bertemu dengan Kalla di Istana Wakil Presiden, Rabu.

LKBN Antara yang kini berstatus sebagai Perusahaan Umum (Perum) terpilih menjadi Presiden OANA pada pertemuan ke-28 Dewan Eksekutif OANA di Teheran, bulan Nopember 2006. Indonesia menggantikan posisi Thailand yang tidak bersedia menjadi tuan rumah dengan alasan masalah politik dalam negeri tidak mendukung akibat terjadi kudeta.

Sebagai Presiden OANA terpilih, Mukhlis Yusuf menyatakan bertekad untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis dan kemitraan antar kantor berita anggota serta pertukaran berita di antara 33 negara anggota untuk mengimbangi jurang informasi yang timpang antara Timur dan Barat.

Menurut dia, ini bukti bahwa Antara, sebagai Lembaga Kantor Berita Nasional, masih diperhitungkan di dunia internasional. “Ini kesempatan bagi Antara untuk lebih memperkukuh keberadaannya sebagai jendela informasi Indonesia di luar negeri,” katanya.

OANA beranggotakan 39 kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik. Tujuh dari 11 utusan Dewan Eksekutif OANA yang hadir di Teheran, yakni Bernama (Malaysia), IRNA (Iran), Itar-TASS (Rusia), PTI (India), Kyodo (Jepang), VNA (Vietnam) dan Xinhua (Cina) memilih Indonesia.

Sesuai dengan tujuan pendiriannya tahun 1961, OANA berjuang untuk mewujudkan tata informasi dunia baru yang selama ini didominasi oleh kantor-kantor berita Barat seperti AP (Amerika Serikat), Reuters (Inggris), AFP (Prancis), dan DPA (Jerman). “Kita terus berjuang untuk mengatasi ketimpangan informasi, khususnya arus berita dari Negara maju ke Negara berkembang,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan dengan cara pertukaran berita dan personil wartawan, serta pendidikan dan latihan. Sebagai Presiden OANA, Antara sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Umum organisasi kantor-kantor berita kawasan tersebut pada Desember 2007, sekaligus dalam rangkaian HUT ke-70 LKBN ANTARA yang jatuh pada 13 Desember 2007.

Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga menyambut baik dan mendukung kepemimpinan Antara di OANA. “Itu menunjukkan negara-negara Asia Pasifik mengakui ANTARA sebagai kantor berita yang memiliki kredibilitas tinggi dan berpengaruh di kawasan ini,” katanya.

Theo juga berharap selama tiga tahun ANTARA menjadi pemimpin OANA dapat meningkatkan peranan kantor-kantor berita di kawasan Asia Pasifik dan mampu bersaing di era globalisasi. “Saat ini pemberitaan media-media di negara maju masih didominasi oleh berita dari kantor berita asing, sehingga terjadi ketimpangan dalam hal pemberitaan,” katanya.

Kepercayaan dari negara-negara Asia Pasifik pada ANTARA, lanjut Theo, harus diimbangi pula dengan perbaikan manajemen dan sumber daya manusia yang ada.