ilustrasi
england-flag

English

england-flag

Indonesia

SIARAN PERS

21 December, 2015

Bagir Manan-Rais Yatim terima penghargaan dari Antara

Jakarta, (ANTARA Sumsel) - Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan politisi senior Malaysia Tan Sri Dato Sri Utama Rais Yatim mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Pemberian penghargaan dilakukan saat perayaan ulang tahun ke-78 LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Kamis. Bagir Manan dianggap memiliki peran penting dalam dunia jurnalistik dan Rais Yatim berjasa atas pengembangan rumpun Bahasa Melayu.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Pers tidak bisa dilepaskan dari demokrasi dan menjadi sarana efektif untuk menjaga peradaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bagir Manan usai menerima penghargaan tersebut.

Dia pun betharap pers yang bebas bisa dipertahankan demi terciptanya masyarakat sejahtera yang “melek” informasi.

Sementara Rais Yatim, Menteri Informasi, Komunikasi dan Budaya Malaysia periode 2009-2013 menyatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk persaudaraan kedua negara, yang memiliki keterkaitan erat dalam hal budaya terutama bahasa.

“Persoalan politik memang beberapa kali mengganggu hubungan antara Indonesia-Malaysia, tetapi saya rasa itu hal kecil yang seharusnya dilupakan. Indonesia-Malaysia harus berjuang bersama, terutama dalam mempertahankan bahasa Melayu,” ucap Rais.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang sempat menjabat sebagai Menteri Hubungan Luar Negeri ini menyoroti kerentanan akan pudarnya bahasa rumpun Melayu.

Hal itu teama disebabkan maraknya penggunaan bahasa “campur-campur” atau bahasa Melayu digunakan bersama dengan bahasa lain, seperti Inggris.

“Sebenarnya memang tidak masalah. Tetapi kita harus melihatnya dari segi budaya, bagaimana jika suatu saat budaya kita punah, apalahi yang bisa kita banggakan?” tutur dia.

Adapun pada 17 Desember 2015, LKBN Antara mengadakan acara peringatan umurnya yang ke-78, di Wisma Antara, Jakarta, Kamis.

Kantor Berita Antara sendiri didirikan pada 13 Desember 1937 oleh beberapa pejuang seperti Adam Malik, Pandoe Kartawigoena, A. M. Sipahoetar, Soemanang dan Djohan Sjahroezah.

Sejak berdiri, Kantor Berita Antara merupakan bagian dari perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2015

(Setper-27/11)



21 December, 2015

Dirut: Antara tetap kantor berita perjuangan

Jakarta (ANTARA News) - Kantor Berita Antara konsisten sebagai kantor berita negara yang memperjuangkan kepentingan bangsa, kata Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi di Jakarta, Kamis.

Pada peringatan HUT ke-78 Perum LKBN Antara, Saiful Hadi menjelaskan, sejak lahir pada 13 Desember 1937 oleh empat pejuang Republik Indonesia, Kantor Berita Antara menjadi alternatif pemberitaan pada masa perjuangan kemerdekaan.

“Setelah merdeka, Antara tetap mengawal perjuangan mempertahankan kemerdekaan, mengawal pembangunan melalui fungsi pers, serta mendorong terciptanya pers yang bebas dan bertanggung jawab,” katanya .

Ia menjelaskan, dengan perubahan status kantor berita Antara dari Lembaga Negara menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PP No 40/2007 maka Antara mengemban amanat negara untuk menjalankan pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) bidang pers dengan pemberitaan yang mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Djoko Agung Haridjadi, menjelaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan LKBN Antara sejak tahun 2007 untuk melakukan diseminasi informasi publik dalam rangka memberikan edukasi, pencerahan, penguatan dan menumbuhkan nilai-nilai persatuan bangsa kepada masyarakat.

“Kesamaan visi, komitmen mutu dan jangkauan distribusi pemberitaan Antara yang lintas platform media serta mampu menjangkau daerah perbatasan dan terdepan membuat kami tidak ragu mempercayakan pelayanan publik bidang pers kepada Antara,” katanya.

Pada puncak peringatan HUT Antara juga diserahkan Penghargaan Anugerah Mahaputra Antara atau Antara Award kepada Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Tan Sri Datuk Rais Yatim, mantan Menteri Penerangan Malaysia.

Ketua Panitia HUT Antara ke-78 Iswahyuni mengatakan, Bagir Manan terpilih karena dinilai bisa menjaga marwah Dewan Pers sehingga menjadikannya lembaga yang kredibel.

Datuk Rais Yatim dipilih karena memberikan sumbangan bagi hubungan baik Malaysia-Indonesia melalui konsep Bahasa Nusantara.

“Kedua tokoh itu juga telah memberikan kontribusi bagi Pers Indonesia,” katanya.

Sebagai perwujudan mencerdaskan kehidupan bangsa, Antara juga meluncurkan Buku Kisah Inspiratif III yaitu kumpulan karya jurnalistik wartawan Antara yang menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia berbuat banyak hal yang inspiratif dan positif untuk bangsa.

Ada hal yang berbeda pada perayaan HUT Antara tahun ini, karena untuk pertama kali perusahaan menggelar lomba inovasi produk untuk membantu pengembangan bisnis perusahaan.

Iswahyuni menjelaskan, berbagai kegiatan juga digelar untuk memeriahkan HUT Antara seperti workshop wisata ziarah, lomba karya jurnalistik, olahraga, karaoke dan bakti sosial.

Dia mengatakan, Workshop Wisata Ziarah telah digelar tanggal 18 November 2015 bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata yang menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk kemajuan pengembangan destinasi Wisata Ziarah di Indonesia.

Lomba karya jurnalistik antarwartawan Antara juga digelar meliputi feature, foto, feature televisi dan resensi buku dengan harapan memotivasi wartawan untuk menghasilkan karya terbaik.

Biro Antara di daerah juga menggelar sejumlah kegiatan memeriahkan HUT Antara seperti Biro Jatim yang menggelar pameran foto jurnalistik, Biro Jateng (lomba mancing), Biro Kalbar (bakti sosial ke panti asuhan), dan Biro Bali (lomba menggambar).

(Setper-27/11)



27 November, 2015

AKUN RESMI MEDIA SOSIAL PERUM LKBN ANTARA

Jakarta, 27/11 (ANTARA) – Direktur Utama Perum LKBN Antara Saiful Hadi di Jakarta, Jumat, menegaskan akun resmi korporasi untuk facebook dan twitter BUMN di bidang media tersebut adalah Kantor Berita Antara dan @Antara_LKBN.
“Untuk korporasi, akun resmi Facebook dan Twitter Perum LKBN ANTARA adalah Kantor Berita Antara dan @Antara_LKBN,” katanya Jumat.

Pernyataan ini untuk menepis munculnya sejumlah akun yang menyatakan diri sebagai akun resmi Perum LKBN Antara dengan menggunakan akun Kantor Berita Antara.
Perum LKBN ANTARA, katanya, memiliki sejumlah akun resmi media sosial, baik berupa akun Facebook Korporasi, Twitter Korporasi maupun akun media sosial produk-produk Perum LKBN ANTARA, tambahnya.

“Untuk korporasi, akun resmi Facebook dan Twitter Perum LKBN ANTARA adalah Kantor Berita Antara dan @Antara_LKBN,” kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi di Jakarta, Jumat.

Akun media sosial korporasi Perum LKBN ANTARA dikelola oleh Departmen Humas dan Kerjasama Internasional, Divisi Sekretariat Perusahaan Perum LKBN ANTARA, beralamat di : www.facebook.com/KANTORBERITAANTARA, www.facebook.com/antara.topnews, www.twitter.com/Antara_lkbn.

Selain akun media sosial untuk korporasi, ANTARA juga memiliki akun media sosial produk-produk ANTARA yang dikelola oleh masing-masing unit bisnis, seperti Twitter @antarafoto, Twitter @antaranews, Twitter @galeriantara, Twitter @imqweb, dan Twitter @perpusANTARA.

Hingga Rilis ini disiarkan, Perum LKBN ANTARA mendapati sejumlah akun yang menggunakan nama yang sama yang dapat memunculkan kerancuan mengenai kepemilikan akun Kantor Berita Antara. Kantor Berita ANTARA tidak bertanggungjawab atas konten akun media sosial selain akun yang telah disebutkan di atas.

Kontak,
Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA,
Iswahyuni 081310842303

(Setper-27/11)



26 November, 2015

Kerja sama Antara-Anadolu hindari paradigma keliru

Kerja sama pertukaran berita LKBN ANTARA dan Kantor Berita Turki Anadolu dapat menghindari paradigma masyarakat Turki yang keliru atas Indonesia, kata Duta Besar Turki untuk Indonesia Zekeriya Akcam.

“Selama ini masyarakat Turki hanya tahu Indonesia dari berita yang berasal dari Eropa yang sangat selektif sehingga ada paradigma yang salah dari pemberitaan yang lain,” ujarnya di Kantor Berita Antara, Jakarta, Sabtu.

Melalui kerja sama tersebut, ia mengemukakan, masyarakat Turki akan mendapatkan berita dari Indonesia, dan Indonesia akan mendapatkan berita dari Turki langsung, sehingga hubungan dua negara akan semakin dekat dengan saling mengenal.

Menurut dia, masih banyak masyarakat Turki yang tidak mengetahui Indonesia dan memiliki persepsi sendiri yang tidak berdasar fakta sebelum berkunjung langsung ke Indonesia.

“Saat saya pulang ke Turki, banyak yang bertanya kehidupan masyarakat Indonesia, apakah Indonesia termasuk negara demokrasi, dan lain-lain. Sekarang semua akan tervisualisasi,” kata Dubes.

Untuk itu, ia menilai, kerja sama tersebut akan berkontribusi banyak pada hubungan dua negara karena setelah saling mengenal, kerja sama dalam bidang lain akan terdorong.

Hubungan antarnegara, menurut Zekeriya, juga akan lebih erat dengan adanya komunikasi yang lebih mudah.

“Jadi, kerja sama ini awal yang baik, meskipun sebelumnya sudah punya perjanjian, kerja sama ini lebih kuat sehingga akan bekerja sama lebih baik, termasuk pertukaran jurnalis, informasi, membuat berita,” ujar dia.

Kantor Berita Anadolu dan Kantor Berita Antara termasuk dua kantor berita berusia tua, masing-masing berdiri pada 1920 dan 1937 dan telah lama melakukan kerja sama. Keduanya memperpanjang kerja sama pertukaran berita teks, foto dan video.

(Setper-7/9)



26 November, 2015

WORKSHOP NASIONAL “TATA KELOLA DESTINASI WISATA ZIARAH”

Pariwisata menjadi salah satu sumber devisa andalan yang lebih tahan banting di tengah penurunan nilai rupiah. Input produksi pariwisata tidak banyak tergantung dari tetapi bisa digali dari sumber daya kearifan lokal.

Target Kepariwisataan Indonesia 2019 adalah 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara yang diharapkan secara keseluruhan mampu menciptakan lapangan kerja kepariwisatan bagi 13 juta orang dan menghasilkan devisa hingga 240 triliun.

Pada beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran tren kepariwisataan, yaitu dari motivasi “bersenang-senang” menjadi “mencari pengalaman baru”. Paradigma pariwisata pun bergeser dari “sun, sand and sea” menjadi “serenity, sustainability and spirituality”.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjadi pembicara kunci dalam Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah yang diselenggarakan oleh Perum LKBN ANTARA dan Kementerian Pariwisata RI dalam rangka HUT ke-78 ANTARA.

Berdasarkan penelitian bahwa dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165% atas perjalanan wisata yang didasarkan pada keyakinan diri (faith based). UNWTO (2010) memperkirakan sekitar 330 juta wisatawan global atau kurang lebih 30% dari total keseluruhan wisatawan global melakukan kunjungan ke situs-situs religius penting di seluruh dunia, baik yang didasarkan pada motif spiritual atau pun motif kognitif.

Menangkap kecendrungan itu, Pemerintah Indonesia juga berupaya mengembangkan destinasi wisata ziarah melalui penataan infrastruktur maupun promosi sehingga menjadikan wisata ziarah sebagai sektor unggulan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga bertekad mengembangkan destinasi wisata ziarah secara lebih serius, termasuk pengelolaan destinasi, pengemasan produk wisata, serta promosi dan pemasaran pada segmen wisata minat khusus.

Sejumlah situs ziarah di Indonesia terbukti mempunyai daya tarik yang luar biasa seperti Situs Walisongo yang berada di delapan kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, situs megalitikum, situs agama Buddha seperti Candi Borobudur, situs agama Hindu seperti Candi Prambanan serta Goa Maria Sendangsono pernah mendapatkan penghargaan The Aga Khan Award.

Situs Walisongo selain sebagai warisan budaya berbasis Islam, situs-situs tersebut juga merepresentasikan keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Selain berziarah ke makam wali-wali, daya tarik yang lain adalah perayaan haul atau peringatan keagamaan untuk mengenang jasa orang-orang yang dianggap penting dalam konteks agama dan bangsa. Perayaan haul Sunan Ampel di Surabaya dan haul Syech Nawawi Al-Bantani di Serang, mampu menarik belasan ribu pengunjung per harinya.

Data yang diolah dari berbagai sumber memunculkan gambaran umum bahwa jumlah peziarah di sembilan makam Walisongo pada tahun 2014 mencapai 12,2 juta orang dan dengan pengeluaran wisatawan hingga mencapai Rp300 ribu per kunjungan atau total pengeluaran dalam setahun sebesar Rp3,6 triliun.

Kementerian Pariwisata memproyeksikan kunjungan wisatawan di Situs Walisongo pada tahun 2019 mampu mencapai 18 juta orang wisatawan nusantara atau sekitar 15% dari target wisatawan nusantara pada tahun 2019 dengan pengeluaran wisatawan per kunjungan rata-rata Rp 400 ribu atau senilai Rp7,2 triliun dalam setahunnya.
“Wisata ziarah harus bisa menyejahterakan umat di sekitarnya,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah “Menata Wisata Ziarah untuk Kenyamanan dan Kepuasan Spiritual Wisatawan” di Auditorium Adhyana, Wisma Antara, Rabu (18/11).

Arief mengatakan ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkkan pengembangan pariwisata berkelanjutan, termasuk untuk situs wisata ziarah, yaitu lingkungan, ekonomi dan komunitas. Wisata ziarah harus memperhatikan lingkungan dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memperkuat komunitas-komunitasdi sekitarnya.

Selain itu, Arief juga menegaskan bahwa pengelolaan wisata ziarah harus profesional. Dia menyatakan pemerintah telah berkomitmen menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk masing-masing situs Walisongo. Untuk situs wisata ziarah lainnya juga akan diberikan menyusul. “Situs wisata ziarah harus memiliki pemasaran dan acara sesuai karakternya masing-masing. Semua harus dipersiapkan. Bila ada tari disiapkan koreografernya, lagu disiapkan komposernya, busana disiapkan desainernya,” katanya.

Selain promosi dan acara, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sanitasi pada situs wisata ziarah. Arief mengatakan yang mendapat penilaian terburuk dari destinasi wisata Indonesia, termasuk wisata ziarah, adalah sanitasi.“Banyak tempat wisata, termasuk masjid-masjid yang menjadi tujuan wisata ziarah, toiletnya jorok. Padahal, kata orang Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Kita perlu fokus untuk memperbaiki hal itu,” tuturnya.

Sultan Kasepuhan XIV Cirebon Pangeran Raden Adipati Arief Natadiningrat mengatakan kondisi tujuan wisata ziarah di Indonesiasaat ini adalah sudah berusia ratusan tahun dan menjadi cagar budaya. Situs-situs tersebut sudah lama menjadi tujuan ziarah sejak sebelum masa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Situs-situs tersebut juga masih dikelola secara tradisional sehingga perlu ada sentuhan manajemen pengelolaan. Selain itu, perlu digalakan sadar wisata dan sapta pesona pariwisata di kalangan pengelola dan masyarakat di sekitar situs wisata ziarah,” katanya.

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah merekomendasikan agar Kementerian Pariwisata membuat klasifikasi pengunjung wisatawan Nusantara dan mancanegara dari target per destinasi ziarah setiap tahun agar memudahkan dalam menetapkan target wisatawan yang akan datang.
“Kementerian Pariwisataperlumembuat data pengunjung tetap per destinasi ziarah, proyeksi pengunjung baru setiap tahun per destinasi ziarah, riset tentang kepuasan pengunjung per destinasi ziarah setiap tahun dan data pengeluaran pengunjung setiap tahun untuk per destinasi ziarah,” katanya.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, Ferdiansyah menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan anggaran yang diajukan pemerintah untuk dibahas dan ditetapkan bersama akan disetujuioleh DPR.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum LKBN Antara Hempi Prayudi mengatakan workshop tersebut merupakan rangkaian acara yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun LKBN Antara ke-78 pada 13 Desember mendatang.
“Wisata ziarah merupakan sebuah model wisata yang sebenarnya sejak dulu banyak dilakukan semua umat beragama dan menjadi tradisi masyarakat Indonesia.Berziarah merupakan kegiatan ibadah yang hampir dilakukan semua umat beragama dan sudah berlangsung sejak agama itu dikenal,” katanya.

Dalam perkembangannya,lanjut Hempi, tempat suci yang menjadi destinasi ziarah menjadi semakin ramai dan memunculkan layanan-layanan untuk menjamu para tamu yang datang. Berbagai usaha bermunculan mulai biro perjalanan, penginapan, warung makan, transportasi, buku sejarah dan cindera mata sehingga akhirnya menjadi destinasi wisata yang dikenal sebagai wisata ziarah.
“Animo besar masyarakat itu harus juga diimbangi dengan kesiapan pengelola destinasi dan pemda setempat agar pelayanan terhadap para peziarah semakin meningkat. Sektor Pariwisata ini bukan hanya tanggungjawab Kementerian Pariwisata tetapi banyak sektor lain yang bisa mendorong angka kunjungan wisatawan,” tuturnya

(Setper-7/9)



7 September, 2015

Vacancy - September 2015

We are the Indonesian News Agency, due to our rapid business expansion, currently looking for talented candidates who are committed to being part of a team as:

1. PUBLIC RELATIONS STAF (Code : PR)
• Male/ female with maximum 28 years old.
• Bachelor Degree. Communication major preferable min GPA 3.0.
• English fluently both oral & written. TOEFL score min. 500.
• Able to work in a team, have good communication skill and loves challenges.
• Able to write a good article and Social Media active.
• Able to build a good relationship with Government and Private Institutions, Preferable having links with all kind of Media Journalist.
• Familiar with communications and digital technology.
• Have a good Public Speaking skill.
• Up to date of Information and news update about our Company or any kind of general issue.

2. SOCIAL MEDIA SPECIALIST (Code : Socmed)
• Male/ female with maximum 28 years old.
• Bachelor Degree.
• English fluently both oral & written.
• Have a good communication and able to work both in team & individually.
• Social Media Branding expert.
• Have a good analysis & creativity to design and updating social media content.
• Familiar with MS.Office, Internet, Web site & all kind of Social Media (BBM, FAcebook, Twitter, Path, Instagram, etc).
• Familiar with Social Media measurement such as : TwitterCounter, Hootsuite, etc.
• Up to date for all technology update especially about Social Media.
• Accurate, Open minded Flexible, and fast learning.

3. TECHNICAL SUPPORT ENGINER (Code: ARTECHS)
• Male with maximum 35 years old.
• Bachelor Degree in Computer Science/ Information Technology System.
• Should have excellent knowledge and experience working in Linuk (RHEL), UNIX, Microsoft SQL Server and Microsoft Excel.
• Understand programming would be advantage.
• Experience and skills on Operating System Window 2008 Server.
• Good knowledge in Networking concept, LAN, Router ,etc.
• Good analytical, communication and problem solving skills and able to work independently and team.
• Troubleshoot any problem related with the Linux operating system.
• Responsible and able to work under pressure.
• Good command of written and spoken in English.

4. PHOTO CAPTION TRANSLATOR (Code: Photo)
• Male/ female with maximum 26 years old.
• Bachelor Degree.
• English fluently both oral & written.
• Interested in journalism especially photography.
• Have a good communication skill.
• Able to build a good relationship with the client and media partner.
• Able to work in a team and shift.

5. BUSINESS AND DEVELOPMENT STAFF (Code: BD)
• Male with maximum 26 years old.
• Bachelor Degree. Marketing major preferable min GPA 3.0.
• English fluently both oral & written.
• Have a good communication and able to work both in team & individually.
• Have a good personality, honest, good initiative and good analysis.
• Have a good responsibility to achieve target.
• Hard worker and able to work under pressure.

Please send your CV & Application Letter to :

Recruitment-sdm@antara.net.id
Or
Dept. Pengembangan SDM Perum LKBN ANTARA
Wisma ANTARA Lt.19
Jl. Medan Merdeka Selatan Kav.17
Jakarta Pusat 10110



7 September, 2015

WORKSHOP NASIONAL “TATA KELOLA DESTINASI WISATA ZIARAH”

Pariwisata menjadi salah satu sumber devisa andalan yang lebih tahan banting di tengah penurunan nilai rupiah. Input produksi pariwisata tidak banyak tergantung dari tetapi bisa digali dari sumber daya kearifan lokal.

Target Kepariwisataan Indonesia 2019 adalah 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara yang diharapkan secara keseluruhan mampu menciptakan lapangan kerja kepariwisatan bagi 13 juta orang dan menghasilkan devisa hingga 240 triliun.

Pada beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran tren kepariwisataan, yaitu dari motivasi “bersenang-senang” menjadi “mencari pengalaman baru”. Paradigma pariwisata pun bergeser dari “sun, sand and sea” menjadi “serenity, sustainability and spirituality”.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjadi pembicara kunci dalam Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah yang diselenggarakan oleh Perum LKBN ANTARA dan Kementerian Pariwisata RI dalam rangka HUT ke-78 ANTARA.

Berdasarkan penelitian bahwa dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165% atas perjalanan wisata yang didasarkan pada keyakinan diri (faith based). UNWTO (2010) memperkirakan sekitar 330 juta wisatawan global atau kurang lebih 30% dari total keseluruhan wisatawan global melakukan kunjungan ke situs-situs religius penting di seluruh dunia, baik yang didasarkan pada motif spiritual atau pun motif kognitif.

Menangkap kecendrungan itu, Pemerintah Indonesia juga berupaya mengembangkan destinasi wisata ziarah melalui penataan infrastruktur maupun promosi sehingga menjadikan wisata ziarah sebagai sektor unggulan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga bertekad mengembangkan destinasi wisata ziarah secara lebih serius, termasuk pengelolaan destinasi, pengemasan produk wisata, serta promosi dan pemasaran pada segmen wisata minat khusus.

Sejumlah situs ziarah di Indonesia terbukti mempunyai daya tarik yang luar biasa seperti Situs Walisongo yang berada di delapan kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, situs megalitikum, situs agama Buddha seperti Candi Borobudur, situs agama Hindu seperti Candi Prambanan serta Goa Maria Sendangsono pernah mendapatkan penghargaan The Aga Khan Award.

Situs Walisongo selain sebagai warisan budaya berbasis Islam, situs-situs tersebut juga merepresentasikan keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Selain berziarah ke makam wali-wali, daya tarik yang lain adalah perayaan haul atau peringatan keagamaan untuk mengenang jasa orang-orang yang dianggap penting dalam konteks agama dan bangsa. Perayaan haul Sunan Ampel di Surabaya dan haul Syech Nawawi Al-Bantani di Serang, mampu menarik belasan ribu pengunjung per harinya.

Data yang diolah dari berbagai sumber memunculkan gambaran umum bahwa jumlah peziarah di sembilan makam Walisongo pada tahun 2014 mencapai 12,2 juta orang dan dengan pengeluaran wisatawan hingga mencapai Rp300 ribu per kunjungan atau total pengeluaran dalam setahun sebesar Rp3,6 triliun.

Kementerian Pariwisata memproyeksikan kunjungan wisatawan di Situs Walisongo pada tahun 2019 mampu mencapai 18 juta orang wisatawan nusantara atau sekitar 15% dari target wisatawan nusantara pada tahun 2019 dengan pengeluaran wisatawan per kunjungan rata-rata Rp 400 ribu atau senilai Rp7,2 triliun dalam setahunnya.
“Wisata ziarah harus bisa menyejahterakan umat di sekitarnya,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Workshop Nasional Tata Kelola Destinasi Wisata Ziarah “Menata Wisata Ziarah untuk Kenyamanan dan Kepuasan Spiritual Wisatawan” di Auditorium Adhyana, Wisma Antara, Rabu (18/11).

Arief mengatakan ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkkan pengembangan pariwisata berkelanjutan, termasuk untuk situs wisata ziarah, yaitu lingkungan, ekonomi dan komunitas. Wisata ziarah harus memperhatikan lingkungan dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memperkuat komunitas-komunitasdi sekitarnya.

Selain itu, Arief juga menegaskan bahwa pengelolaan wisata ziarah harus profesional. Dia menyatakan pemerintah telah berkomitmen menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk masing-masing situs Walisongo. Untuk situs wisata ziarah lainnya juga akan diberikan menyusul. “Situs wisata ziarah harus memiliki pemasaran dan acara sesuai karakternya masing-masing. Semua harus dipersiapkan. Bila ada tari disiapkan koreografernya, lagu disiapkan komposernya, busana disiapkan desainernya,” katanya.

Selain promosi dan acara, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sanitasi pada situs wisata ziarah. Arief mengatakan yang mendapat penilaian terburuk dari destinasi wisata Indonesia, termasuk wisata ziarah, adalah sanitasi.“Banyak tempat wisata, termasuk masjid-masjid yang menjadi tujuan wisata ziarah, toiletnya jorok. Padahal, kata orang Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Kita perlu fokus untuk memperbaiki hal itu,” tuturnya.

Sultan Kasepuhan XIV Cirebon Pangeran Raden Adipati Arief Natadiningrat mengatakan kondisi tujuan wisata ziarah di Indonesiasaat ini adalah sudah berusia ratusan tahun dan menjadi cagar budaya. Situs-situs tersebut sudah lama menjadi tujuan ziarah sejak sebelum masa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Situs-situs tersebut juga masih dikelola secara tradisional sehingga perlu ada sentuhan manajemen pengelolaan. Selain itu, perlu digalakan sadar wisata dan sapta pesona pariwisata di kalangan pengelola dan masyarakat di sekitar situs wisata ziarah,” katanya.

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah merekomendasikan agar Kementerian Pariwisata membuat klasifikasi pengunjung wisatawan Nusantara dan mancanegara dari target per destinasi ziarah setiap tahun agar memudahkan dalam menetapkan target wisatawan yang akan datang.
“Kementerian Pariwisataperlumembuat data pengunjung tetap per destinasi ziarah, proyeksi pengunjung baru setiap tahun per destinasi ziarah, riset tentang kepuasan pengunjung per destinasi ziarah setiap tahun dan data pengeluaran pengunjung setiap tahun untuk per destinasi ziarah,” katanya.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, Ferdiansyah menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan anggaran yang diajukan pemerintah untuk dibahas dan ditetapkan bersama akan disetujuioleh DPR.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum LKBN Antara Hempi Prayudi mengatakan workshop tersebut merupakan rangkaian acara yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun LKBN Antara ke-78 pada 13 Desember mendatang.
“Wisata ziarah merupakan sebuah model wisata yang sebenarnya sejak dulu banyak dilakukan semua umat beragama dan menjadi tradisi masyarakat Indonesia.Berziarah merupakan kegiatan ibadah yang hampir dilakukan semua umat beragama dan sudah berlangsung sejak agama itu dikenal,” katanya.

Dalam perkembangannya,lanjut Hempi, tempat suci yang menjadi destinasi ziarah menjadi semakin ramai dan memunculkan layanan-layanan untuk menjamu para tamu yang datang. Berbagai usaha bermunculan mulai biro perjalanan, penginapan, warung makan, transportasi, buku sejarah dan cindera mata sehingga akhirnya menjadi destinasi wisata yang dikenal sebagai wisata ziarah.
“Animo besar masyarakat itu harus juga diimbangi dengan kesiapan pengelola destinasi dan pemda setempat agar pelayanan terhadap para peziarah semakin meningkat. Sektor Pariwisata ini bukan hanya tanggungjawab Kementerian Pariwisata tetapi banyak sektor lain yang bisa mendorong angka kunjungan wisatawan,” tuturnya

(Setper-7/9)



7 September, 2015

GFJA Putarkan Film Kemerdekaan dari Sisi Jepang

Pewarta: Mentari Dwi Gayati

Jakarta (ANTARA News) - Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) memutarkan film berlatar perang kemerdekaan Indonesia berjudul “Merdeka 17805″ atau “Murudeka 17805″ dari sudut pandang Jepang yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kala itu.

“Film ini membuat kita bisa menghargai dari sudut pandang yang berbeda dan membuka pemahaman kita untuk tidak selalu memami realita dan versi sejarah dari satu sisi saja,” kata sejarawan dari Universitas Diponegoro Bonnie Triyana dalam diskusi Film “Merdeka 17805″ di GFJA, Jakarta, Minggu.

Film yang merupakan kolaborasi antara rumah produksi film dari Jepang dan Indonesia ini, menurut Bonnie, seharusnya bisa ditayangkan di Indonesia bersamaan dengan rilis di Jepang pada 2001.

Kontroversi pemutaran film berdurasi 123 menit itu karena adanya adegan seorang perempuan Jawa tua mencium kaki tentara Jepang sambil menceritakan Ramalan Jayabaya tentang kemerdekaan Indonesia atas bantuan tentara Jepang.

Menurut Bonnie, sejarah yang difilmkan harus diperlakukan sebagai sebuah karya film, salah satunya adegan tersebut yang merupakan bagian dari dramatisasi dan visualisasi.

Ia pun membenarkan beberapa adegan film yang sesuai dengan fakta, antara lain Jepang memberikan tempat bagi nasionalisme untuk bergerak, yakni dengan membentuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan kedisiplinan Jepang dalam mendidik bangsa Indonesia untuk berbahasa nasional Indonesia, bukan bahasa Belanda.

Sementara itu, aktris pemeran utama Indonesia, Lola Amaria sebagai perawat yang mendukung gerakan kemerdekaan dan menjadi istri tentara Jepang, Shimazaki, dalam film ini, menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan tim produksi film dari Jepang.

“Saya harus belajar bahasa Jepang dan mereka (tim film dari Jepang) sangat disiplin, mulai dari harus kumpul di lokasi jam berapa, berat badan saya juga harus stabil dan saya harus mengikuti proses syuting sampai ke Jogja meskipun saya tidak ada dalam adegan,” kata Lola yang memerankan Aryati dalam film.

Dengan proses syuting 2,5 bulan, Lola mengatakan dirinya harus belajar berbahasa Indonesia yang baik dan benar seperti warga pribumi pada masa itu.

Film yang berdasar kisah nyata ini bercerita tentang perjuangan sejumlah personel dari Tentara Kekaisaran Jepang yang turut andil dalam perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia dari Belanda bersama tentara sukarela Indonesia.

Setidaknya ada 2.000 tentara Jepang yang menolak pulang ke tanah airnya ketika Jepang menyerah kepada sekutu pada 1945.

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-7/9)



3 September, 2015

Pewarta Foto Antara Menangi Media Rewards BCA

Pewarta: Virna P Setyorini

Jakarta (ANTARA News) - Pewarta foto Kantor Berita Nasional Antara Prasetyo Utomo berhasil memenangi “Media Rewards BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ untuk kategori foto jurnalistik.

Perwakilan Image Dynamics, Harry Tumengkol dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta, Rabu mengatakan, penghargaan diberikan bagi wartawan yang foto dan tulisannya dinilai sangat berkualitas dari segi kelengkapan serta akurasi data dan informasi, juga desain dan daya tariknya bagi pembaca.

Setelah melalui proses seleksi, pewarta foto Kantor Berita Nasional Antara menjadi salah satu dari sembilan pewarta foto dan 10 pewarta tulis lainnya yang juga memenangi award tersebut.

Prasetyo Utomo menjadi pemenang “Media Rewards BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ bersama Aswin Rizal dari Harian Kompas, Adi Ramadhan dari Sindonews, Bernadus Wijayaka dari Beritasatu/Suara Pembaruan, Ady Sesotya dari Topskor.co.id, Bilal Ramadhan dari Republika Online.

Kemudian , Arie Basuki dari Merdeka.com, Broto Happy dari Harian BOLA, Dhemas Reviyanto dari Tempo.co, Irawaty Wardhany dari The Jakarta Post, Herka Yanis dari Juara.net, Mercy Raya dari Detik.com, Nuris Andi Prastiyo dari Jawa Pos, Ramdani dari Media Indonesia, Pratjna Lydiasari dari Suara Merdeka.

Selanjutnya, Rengga Sancaya dari Detik.com, Surya Sumirat dari Top Skor, Roderick Adrian Mozes dari Kompas.com, Wina Setyawati dari Pikiran Rakyat, dan Wirasatria dari Inilah.com.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa BCA menyelenggarakan media rewards kepada wartawan tulis dan wartawan foto yang meliput seluruh rangkaian kegiatan “BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ dengan hadiah total uang tunai sebesar Rp200,000,000, yang terdiri atas 10 pemenang jurnalis foto @Rp10,000,000 dan 10 pemenang jurnalis tulis @Rp 10,000,000.

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-3/9)



26 August, 2015

Antara Pamerkan Foto Proklamasi yang Belum Dipublikasikan

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani

Jakarta (ANTARA News) - Galeri Antara memamerkan 13 foto pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945 secara interaktif dengan menggunakan aplikasi “Histori Masa Depan” yang dapat diunduh di “play store”.

“Pameran interaktif ini berjudul 13 untuk 17, maksudnya adalah 13 foto untuk menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu,” kata Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara Oscar Motuloh pada saat peluncuran Pameran Interaktif Histori masa depan di Galeri Antara, Jakarta, Sabtu malam.

Untuk melihat foto tersebut, pengunjung harus membuka aplikasi tersebut melalui tablet atau ponsel berbasis andorid, kemudian arahkan ke media yang telah disediakan, berupa gambar kompleks Taman Prokalamasi.

Setelah itu akan tampil foto-foto yang menceritakan tentang peristiwa yang terjadi saat itu, salah satunya adalah pada saat semua orang berdoa bersyukur atas kemerdekaan Indonesia.

Terlihat, orang yang hadir menundukkan kepala, hanya Soekarno yang mengadahkan tangan ke atas.

Foto-foto tersebut merupakan koleksi dari Yayasan Bung Karno dan IPPHOS.

Selain pamerkan 13 untuk 17 ada juga pameran “24 Jam 17 Agustus” yang menuntun pengunjung untuk arah cerita detik-detik Proklamasi.

Masih menggunakan aplikasi “Histori Masa Depan” pengunjung dipersilahkan untuk berdiri di atas peta besar Jakarta pada saat itu.

Setelah berdiri di peta, pengujung tinggal memilih cerita yang ingin diikuti, ada empat pilihan cerita seperit “Peristiwa Rengasdengklok”, “Perumusan Naskah Proklamasi”, Proklamasi Kemerdekaan” dan “Penyiaran Proklamasi”.

Antara juga meluncurkan buku foto 70th HistoRI Masa Depan.

Putri salah satu Proklamator Mohammad Hatta yaitu Meutia Hatta mengapresiasi pameran tersebut.

“Pameran ini diharapkan dapat menggugah muda-mudi untuk mengenal sejarah bangsanya, apalagi dengan aplikasi android,” kata dia yang hadir pada pameran tersebut. *

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-27/8)