ilustrasi
england-flag

English

england-flag

Indonesia

SIARAN PERS

23 July, 2014

Bersihkan Diri di Bulan Ramadhan dengan Berzakat

Zakat merupakan rukun ke-4 dalam ajaran agama Islam. Posisi zakat adalah setelah membaca dua kalimat syahadat, sholat, puasa dan sebelum menunaikan ibadah haji. Arti Zakat antara lain “tumbuh dan bertambah”, bisa berarti juga berkah, bersih, suci, subur dan berkembang maju.

Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk mengeluarkan zakat, sebagaimana firman-NYA dalam Alquran, surat An Nur ayat 56, “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat“. Allah akan memberi rahmat dan akan mengembalikan umat-NYA dalam kondisi suci/kembali fitrah seperti bayi yang baru lahir ke Bumi kepada umat Islam yang taat menunaikan zakat.

Hal tersebut sesuai dengan firman lain Allah, dalam surat At Taubah ayat 103 yakni “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu bersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya dosa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi maha Mengetahui “.

Pentingnya berzakat menjadi salah satu dasar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia membuat surat edaran tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di BUMN bernomor SE-06/MBU/WK/2014. Optimalisasi tersebut ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014.

Ruang lingkup data dan informasi terkait optimalisasi pengumpulan zakat karyawan dan zakat badan usaha di lingkungan BUMN melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Isi dari surat edaran Kementerian BUMN RI mengenai optimalisasi pengumpulan zakat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Direksi BUMN diminta untuk melakukan optimalisasi pengumpulan zakat karyawan dan zakat badan usaha di lingkungan BUMN melalui Badan Amil Zakat Nasional sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014.

2. Terkait optimalisasi pengumpulan zakat karyawan dan zakat badan usaha di lingkungan BUMN sebagaimana dimaksud diatas, direksi agar berkoordinasi dengan kantor Baznas setempat.

3. Dalam rangka monitoring pelaksanaan pengumpulan zakat karyawan dan zakat badan usaha di lingkungan BUMN sebagaimana dimaksud diatas, direksi melaporkan pelaksanaannya kepada Kementerian BUMN Cq. Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis.

Menurut ajaran Islam, zakat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu Zakat Fitrah atau zakat jiwa yaitu setiap jiwa/orang yang beragama Islam harus memberikan harta yang berupa makanan pokok kepada orang yang berhak menerimanya dengan ukuran tertentu dan dikeluarkan pada bulan Ramadhan sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri pada bulan Syawal.

Kedua, Zakat Maal atau zakat harta yaitu kewajiban umat Islam yang memiliki harta benda tertentu untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan nisab (ukuran banyaknya) dan dalam jangka waktu tertentu.

(Setper-23/7)



23 July, 2014

Tampilan Baru Antaranews Diluncurkan

Jakarta (ANTARA) - Portal berita www.antaranews.com meluncurkan tampilan baru yang lebih menarik serta membuat pembaca lebih mudah dan nyaman mengaksesnya.

Peluncuran wajah baru www.antaranews.com dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menko Polhukam Joko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menparekraf Mari Elka Pangestu serta pejabat lainnya.

Acara dilakukan bersamaan dengan pemberian Antaranews CSR Award, Tokoh Filantropi 2014, dan Tokoh Peduli Kecerdasan Anak 2014.

Perubahan tampilan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tampilan baru ini dilakukan baik pada desain maupun rubrikasi.

Portal berita ANTARA (http://www.antaranews.com) diluncurkan pada bulan Januari 1996 dengan tujuan memenuhi hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat, lengkap, dan bermanfaat secara seketika.

Portal ini disajikan dalam dua bahasa agar masyarakat dunia juga dapat mengetahui informasi yang utuh dan kredibel tentang Indonesia saat ini.

Ditunjang oleh reputasi ANTARA sebagai salah satu kantor berita terbesar di Asia dan didukung oleh jaringan pemberitaan global, portal ini menawarkan ragam informasi yang telah menjadi acuan dan daya tarik tersendiri bagi para pengguna Internet di seluruh dunia.

Kinerja Antaranews terus menanjak. Menurut google analytics saat ini jumlah kunjungan mencapai 4,5 juta per bulan dengan halaman terakses (pageviews) mencapai 7,6 juta setiap bulan yang sepertiga jumlah pengaksesnya berasal dari mancanegara.

Peringkat portal ini semakin meningkat berdasarkan data pemeringkat situs Alexa.com.

Editor: Aditia Maruli

(Setper-23/7)



23 July, 2014

Tifatul : Peran Antara Strategis bagi Indonesia

Pewarta: Karel A Polakitan

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara berperan strategis bagi bangsa Indonesia karena tidak hanya sebagai lembaga yang mengejar laba tetapi juga menjadi media yang informatif, edukatif, inspiratif, mencerahkan dan memberdayakan.

“Antara telah menjadi lembaga yang kokoh dalam mengembangkan informasi berbasis kepentingan publik melalui pemberitaan public service obligation atau PSO,” katanya saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Antaranews CSR Award, Tokoh Filantropi, Tokoh Peduli Anak Indonesia 2014 serta peluncuran tampilan baru Antaranews.com di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan, Kantor Berita Antara potensial memberikan informasi yang mampu menjangkau wilayah perbatasan, pulau-pulau terdepan, warga-warga marjinal di kantung-kantung kemiskinan dan terpencil serta daerah konflik dan bencana.

“Ke depan kita mengharapkan Antara mampu memantapkan kiprahnya baik nasional, regional dan internasional, apalagi pada 2015 kita memasuki era masyarakat komunitas ASEAN dengan segala tantangan dan peluangnya,” katanya.

Pada sisi lainnya, Menteri memuji LKBN Antara yang memberikan penghargaan kepada pemimpin dan tokoh masyarakat yang berprestasi pada kemaslahatan bangsa dan negara di bidang masing-masing.

Menurut Menteri, pemberian penghargaan ini harus dipuji sebagai bagian dari penilaian atas aktivitas yang dilakukan seseorang atau tokoh.

Menariknya, kata Menteri, salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai Tokoh Peduli Anak Indonesia 2014.

“Aktivitas Ibu Negara ini mampu menginspirasi dan mendapatkan penghargaan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO dan akan dicontoh oleh Timor Leste dalam memberikan pendidikan non formal yang inklusif,” katanya.

Penganugerahan Antaranews Award tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono serta sejumlah menteri kabinet, Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi beserta jajaran direksi dan Dewan Pengawas LKBN Antara.

Penerima Antaranews CSR Award 2014 yaitu PT Semen Indonesia, PT Astra International dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, penganugerahan Tokoh Filantropi diraih Dato Sri Prof Dr Tahir serta Tokoh Peduli Anak Indonesia diraih Ibu Negara Ani Yudhoyono.
(A041/A011)

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-23/7)



22 July, 2014

Presiden Minta ANTARA Jaga Keseimbangan Berita

Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta LKBN ANTARA terus menjaga objektivitas dan keseimbangan dalam pemberitaan.

“Saya wajib memberikan apresiasi khusus pada ANTARA karena ingin terus menjunjung tinggi kode etik jurnalisme, terus berupaya untuk berkontribusi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Presiden saat menghadiri acara penyerahan Antaranews Award dan peluncuran tampilan baru Antaranews di Jakarta, Senin.

Presiden mengatakan upaya ANTARA untuk menjaga objektivitas pemberitaan harus diapresiasi.

“Mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan juga berupaya untuk menjaga independensi pers yang bertanggungjawab. Menjaga pemberitaan yang objektif dan bertanggungjawab, juga fair dan tanggungjawab. Tidak partisan atau tidak terlalu partisan,” katanya.

LKBN ANTARA, kata Presiden, telah berkiprah memberikan informasi dan memberitakan peristiwa sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini termasuk dalam sejumlah periode penting sejarah Indonesia salah satunya saat reformasi.

“Saya terimakasih pada ANTARA. Ini lahir di era pra-kemerdekaan berkiprah dalam momen sejarah yaitu era kemerdekaan dan setelah itu. Maka kultur antara adalah pejuang, aktif dan membangun bangsa. ANTARA berjuang sekian lamanya,” tegas Presiden.

Ditambahkan Kepala Negara,”bahkan setelah kita punya tonggak baru pada 1998, ANTARA juga bersama-sama media lain mensukseskan transformasi di negeri ini bukan hanya reformasi dan demokrasi tetap terus menjadi negara maju. Juga terima kasih atas partisipasi dan kontribusinya dalam mengawal pemilu sehingga berlangsung damai.”

(T.P008/B/Y008/Y008) 21-07-2014 13:44:53

Editor: Aditia Maruli

(Setper-22/7)



22 July, 2014

LKBN ANTARA Anugerahi Ani Yudhoyono Tokoh Peduli Peningkatan Kecerdasan Anak

Jakarta, (ANTARA News) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menganugerahi Ibu Negara RI Ani Bambang Yudhoyono sebagai Tokoh Peduli Peningkatan Kecerdasan Anak Indonesia 2014.

Anugerah itu diberikan atas kerja keras dan pengabdiannya selaku Ketua Dewan Pembina Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dalam memprakarsai dan menyinergikan kekuatan bangsa untuk meningkatkan kecerdasan anak Indonesia.

“LKBN ANTARA menilai, apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya sangat layak diberikan kepada Ibu Negara yang selama hampir 10 tahun menjalankan misi membantu mencerdaskan anak bangsa,” kata Direktur Pemberitaan LKBN Antara Akhmad Kusaeni selaku Ketua Komite Award 2014 di Jakarta, Senin.

Ani Yudhoyono menurut dia memimpin pelaksanaan Program Lima Pilar SIKIB terdiri atas Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli.

Akhmad Kusaeni mengatakan, Ani Yudhoyono lewat Program Indonesia Pintar dengan moto “Gemar Membaca Meraih Cita-Cita”, memimpin dengan misi utama memberantas buta huruf, kebodohan, dan menyejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia terutama kaum perempuan dan anak- anak.

“Indonesia Pintar menjangkau daerah yang tidak terjangkau (to reach the unreached), dan diimplementasikan dalam aksi nyata di lapangan berupa Mobil Pintar, Motor Pintar, Kapal Pintar, dan Rumah Pintar,” ujarnya.

Akhmad Kusaeni mengatakan Program Rumah Pintar sudah memiliki payung hukum berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013.

Rumah Pintar menurut dia tidak hanya menginsipirasi UNESCO tetapi akan dijalankan di Timor Leste dalam memberikan pendidikan nonformal yang inklusif.

“Kemendikbud sudah menyiapkan buku dan kelengkapan di sentra-sentra Rumah Pintar untuk diserahkan ke Timor Leste,” katanya.

Pada awal 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan kepada SIKIB agar pada akhir masa bakti KIB II telah terbangun 500 Rumah Pintar.

“Sampai peresmian terakhir di Rumah Pintar Astra Talagasari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 19 Mei 2014, telah terbangun 511 Rumah Pintar, berarti, telah melebihi target,” kata Ahmad Kusaeni.

Ahmad Kusaeni mengatakan ratusan Mobil Pintar dan Motor Pintar telah tersebar di seluruh pelosok negeri untuk menjangkau kebutuhan pendidikan masyarakat di berbagai daerah terpencil dan terluar.

Selain itu menurut dia, Kapal Pintar pun jumlahnya meningkat terus sehingga masyarakat dan anak-anak bisa mendapatkan pelayanan pendidikan nonformal, buku-buku bermutu, permainan dan tayangan edukatif, komputer, dan mengembangkan talenta.

“Di tengah kesibukan dan haru biru mendampingi Presiden Yudhoyono, Ibu Negara masih sempat memimpin proyek raksasa kemanusiaan dengan misi utama memberantas buta huruf, kebodohan, dan menyejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia terutama kaum perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Dalam acara Antaranews CSR Award tersebut diperkenalkan tampilan baru Antaranews.com yang lebih inovatif.

Acara tersebut dihadiri antara lain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Direktur Utama LKBN Antara Saiful Hadi.

Editor: Aditia Maruli

(Setper-22/7)



21 July, 2014

Semangat Tebu Preman dan Bibir Terkatup

Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI

 

Waktu saya duduk-duduk santai di bawah pohon besar bersama seluruh karyawan inti di halaman Pabrik Gula Kwala Madu, Langkat, Sumatera Utara, Jumat sore lalu, tiba-tiba angin sangat kencang menerjang kawasan itu. Debu, pasir, dan dedaunan kering ikut menerpa kami. Sebagian debu masuk hidung, mata, dan mulut yang lagi terbuka.

Omong-omong serius menjelang malam ke-21 bulan puasa sore itu terhenti seketika. Masing-masing sibuk mengucek mata, membersihkan rambut, dan meludah dari mulut yang kering. “Ini memang lagi musim angin. Angin bahorok,” ujar GM Pabrik Gula Kwala Madu sambil gaber-gaber. Setelah angin reda omong-omong diteruskan. Sambil was-was akan datangnya bahorok berikutnya.

Angin kencang seperti itu, langsung menjadi topik “tadarus ramadhan” yang hangat di bawah pohon sore itu. Juga tentang panjangnya musim hujan di situ. Sebuah tantangan berat yang harus diatasi. Sulit sekali menanam tebu di iklim seperti itu. PG Kwala Madu selalu sulit mengejar prestasi pabrik-pabrik gula di Jawa.

“Tanahnya memang tidak cocok untuk tebu,” ujar Dirut PTPN 2, Batara Moeda Nasution yang mendampingi saya. Karena itu Belanda dulu hanya mau bikin pabrik gula di Jawa.

“Tanaman tebu, memerlukan iklim yang teratur, perlu batas yang tegas antara musim hujan dan musim kemarau, dan harus ada waktu yang nyaris tanpa hujan sama sekali selama empat bulan terus menerus,” ujar Dr Aris Toharisman saat saya telepon dari bawah pohon di Langkat itu. Dr Aris adalah Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan, Jawa Timur.

Tapi pabrik gula ini sudah terlanjur ada. Kapasitasnya terlalu besar untuk ditutup: 4.000 tcd. Waktu itu, pemerintah Orde Baru memang berambisi untuk swasembada gula. Banyak pabrik baru didirikan. Di Sulsel tiga pabrik, di Sumut dua, dan satu di Kalsel. Yang di Sulsel didirikan di Takalar, Bone, dan Camming. Ketika tiga pabrik ini mengalami kesulitan yang panjang, orang menyebutnya terkena TBC, sesuai dengan huruf pertama nama tiga lokasi itu.

Alhamdulillah, sejak tahun lalu yang dua pabrik (TB) sudah membaik, tinggal yang C yang masih batuk-batuk. Ini karena lahan tebunya tidak cukup lagi akibat diduduki masyarakat di awal reformasi dulu.

Tentang satu pabrik yang di Kalsel, inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sudah wafat. Pabriknya sudah jadi besi tua dan di atas kuburannya kini ditanami sawit. Sudah tidak bisa dihidupkan. Mayatnya pun di dalam kuburnya sudah tinggal tulang-belulang.

Sedang dua yang di Sumut, ya itu tadi. Jadi sumber kerugian besar yang berkepanjangan. Tapi saya bertekad untuk tidak menutupnya, terutama yang di Kwala Madu. Tahun lalu perbaikan manajemen sudah mulai menunjukkan hasil. Untuk pertama kali dalam 20 tahun terakhir bisa mencapai rendemen 7. Tapi untuk lebih dari itu harus dicari jenis tebu yang cocok.

Saya masih yakin ilmu pengetahuan yang kini sudah begitu majunya akan bisa mengatasinya. Tantangannya memang sangat besar dan banyak. Tapi justru di situlah asyiknya. Ilmu pengetahuan, disiplin tinggi, dan kerja keras harus jadi solusi.

Tahun lalu saya sudah meningkatkan anggaran penelitian tebu menjadi Rp5 miliar dari sebelumnya, selama bertahun-tahun, hanya Rp1 miliar. Tahun ini saya minta ditingkatkan lagi menjadi Rp10 miliar. Ahlinya cukup memadai. Ada lima doktor di situ. Di bawah Dr Aris yang selalu lulus cum laude di tiga jenjang pendidikan tingginya. S1-nya IPB jurusan tanah, S2-nya di NSW Autralia bidang bioteknologi, dan S3-nya di Ulm, Jerman, di bidang teknologi pangan.

Putra kelahiran Kuningan tahun 1966 ini memang baru saya terjunkan memimpin tim riset ini tahun 2012 lalu.

Intinya: harus ditemukan bibit tebu jenis “preman medan”. Jangan sekali-kali menanam tebu biasa. Jenis tebunya harus yang sekaligus tahan atas semua persoalan yang panjang ini: tahan angin (batang harus kaku), tahan hujan, tahan hama penggerek batang raksasa, tahan hama penggerek batang garis-garis, tahan penyakit daun hangus, penyakit busuk batang, penyakit pembuluh luka api, dan banyak lagi.

Tidak ada penyakit tebu lebih banyak dari di Medan ini. Mengatasinya pun amat sulit. Ibarat komplikasi penyakit obatnya harus saling bertentangan. Ini ibarat sakit gula komplikasi dengan liver. Yang satu jangan minum gula, yang satu lagi perlu banyak gula.

Tapi, sekali lagi saya masih yakin ilmu pengetahuan bisa mencarikan jalan keluar. Dr Aris sudah punya kesimpulan. “Tebunya harus dari jenis tebu liar,” katanya. Yakni perkawinan antara tebu yang baik dengan rumput liar sejenis glagah. Varitas itu sudah dilahirkan di laboratorium P3GI dengan kombinasi lebih dari 20 jenis. Semuanya lagi diuji coba di Kwala Madu.

Yang mana di antara 20 kombinasi itu cocok ditanam di Medan, baru akan diketahui dua bulan lagi. Kini tanaman uji coba itu baru berumur empat bulan. Kesimpulan baru bisa dibuat setelah tanaman berumur enam bulan. Semoga berkah Lailatul Qadar bisa sampai ke tanaman tebu.

Jumat-Sabtu-Minggu kemarin saya memang ke Medan, Pangkalan Susu, Langkat, Jember, Lumajang, dan Surabaya. PLTU Pangkalan Susu yang sangat besar itu, baik ukurannya (2×200 MW), lebih-lebih persoalannya, alhamdulillah sudah memasuki tahap uji coba. Saat saya berkunjung ke situ turbin unit 2 sedang diuji. Berapa jam kemudian saya mendapat laporan turbinnya sudah berhasil diputar maksimal: 3.000 rpm. Ada harapan besar krisis listrik di Medan berakhir di 100 hari terakhir kabinet Presiden SBY.

Hari itu, setelah Jumatan di Masjid Tuan Guru Basilam, ke Pabrik Gula Kwala Madu, dan ke pesantren Syech Marbun Medan, saya langsung ke Surabaya, Jember, dan Lumajang. Di Surabaya, tahun ini PT SIER (Persero) kembali menjadi tuan rumah khataman Quran oleh 1.500 hufadz (orang yang hafal Al Quran 30 juz).

Di Jember saya ke Pabrik Gula Semboro. PG ini tidak hanya berhasil bangkit tapi juga bisa menghasilkan kristal terbaik. Lalu syukuran di pesantren Bustanil Ilmu Al Gozali yang berambisi menjadi “Pondok Gontor di Timur”.

Setelah dhuhuran di rumah Rais Syuriah NU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, saya ke Lumajang untuk meninjau PG Jatiroto. Di sinilah saya harus menjawab pertanyaan sulit para petani tebu: mengapa di saat petani lagi sangat bergairah, kok gula rafinasi impor membanjiri pasar secara masif.

Saya tertegun menghadapi pertanyaan itu. Lama saya terdiam. Tidak ada kekuatan di bibir saya untuk membuka mulut.

*Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI

(Setper-21/7)



15 July, 2014

Perkuat Silaturahmi, Perum LKBN ANTARA Gelar Buka Puasa Bersama Karyawan

Senin, 14 Juli 2014 lalu Perum LKBN ANTARA menyelenggarakan Buka Puasa Bersama Karyawan di Auditorium Adhyana, Wisma ANTARA Lantai 2. Acara yang dimulai pada pukul 16.00 sore tersebut dihadiri oleh seluruh Direksi dan karyawan Perum LKBN ANTARA, mantan pemimpin umum ANTARA, dan juga pensiunan ANTARA. Acara Buka Puasa Bersama ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi di antara keluarga besar Perum LKBN ANTARA.

Acara dibuka dengan penampilan grup Nasyid Acapela Gradasi yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Sari Tilawah. Tampil sebagai pembicara, Ustadz Antung Abdullah memberikan ceramah mengenai esensi dari bulan puasa sebagaimana yang tercantum dalam QS Al Baqarah ayat 183. Ustadz Antung Abdullah menjelaskan bahwa di bulan puasa ini manusia diperintahkan untuk berpuasa agar menjadi manusia yang bertaqwa, yakni manusia yang senantiasa mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Zaim Uchrowi, Keta Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA dalam sambutannya mengingatkan seluruh karyawan ANTARA untuk lebih giat membaca. Sebagaimana wahyu pertama Allah SWT yaitu ‘iqro’ yang berarti ‘bacalah’.

“Di ANTARA (minat membaca) sudah sangat luar biasa, namun masih kurang. Mari kita terus membiasakan membaca, karena ini pun merupakan perintah dari agama.” kata Zaim.

Saiful Hadi, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA dalam sambutannya juga memberikan informasi mengenai beberapa kebijakan perusahaan. Salah satunya adalah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah diberikan oleh perusahaan pada hari tersebut, sedangkan THR untuk pensiunan akan diberikan pada hari Selasa (15/7).

“Untuk kenaikan gaji, insya Allah di bulan Agustus akan ada kenaikan. Kenaikan bukan pada gaji pokok, tapi kenaikan lainnya. Alhamdulillah disini pun ada tim dari manajemen yang menyiapkan bingkisan untuk karyawan dari rezeki ulang tahun 2013 lalu. Direksi sepakat untuk memberikannya kepada karyawan”, jelas Saiful.

Selain itu, Perum LKBN ANTARA juga memberikan bantuan kepada 30 anak karyawan. Pada hari tesebut ANTARA pun memberikan uang santunan kepada Yayasan Al-Iman, bantuan kepada anak yatim dari Yayasan Al-Iman, bantuan kepada Penantara, dan bingkisan untuk seluruh karyawan.

Acara buka puasa bersama yang penuh dengan suasana kekeluargaan tersebut diakhiri dengan pembacaan doa dan buka puasa bersama.

(Setper-15/7)



14 July, 2014

Iklim Prof untuk Balapan Tingkat Dunia

Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI

 

Waktu tahun lalu Pertamina diberitakan di luar negeri sebagai perusahaan pertama dari Indonesia yang berhasil masuk Fortune Global 500, saya ditanya wartawan:

T: Apa perasaan Anda?
Jawab saya: Terkejut, bangga, dan sedih.
T: Mengapa sedih?
J: Peringkatnya terlalu baik hahaha…
T: Seharusnya peringkat berapa?
J: Ekspektasi saya di peringkat 400-an dululah. Baru kian tahun kian meningkat. Bukan sekali masuk langsung di peringkat 122 begini. Terlalu baik hehe… Bisa menekan direksi Pertamina terlalu keras.

Tentu kebanggaan saya lebih besar dari kesedihan (pura-pura) saya. Pertamina yang begitu lama jadi bulan-bulanan akhirnya bisa sangat profesional dan berhasil masuk Fortune Global 500. Tapi yang saya sedihkan benar-benar terjadi. Tahun ini peringkat pertamina turun satu tangga menjadi 123.

Tentu saya tidak kaget dan tidak sedih. Meski turun, turunnya hanya satu tangga. Meski turun toh masih di papan 100-200. Masih sangat terhormat. Bahkan masih sangat sulit untuk mempertahankannya. Terutama karena ekonomi USA kian baik. Tentu akan banyak perusahaan di sana yang segera membesar. Ekonomi AS bangkit karena mendapat “stimulus” yang luar biasa: harga energi yang yang tiba-tiba murah sejak ditemukannya gas di celah-celah bebatuan.

Ke depan kemungkinan perununan peringkat Pertamina masih akan terjadi. Bukan lantaran kinerja Pertamina merosot melainkan lebih melonjaknya kinerja perusahaan-perusahaan di AS atau Jerman atau Jepang atau Tiongkok. Tentu balapan tingkat dunia itu akan terus menghantui Pertamina.

Karena itu kewajiban kita semua untuk memberikan iklim yang terus kian profesional kepada Pertamina. Termasuk dukungan untuk membuatnya kian steril dari berbagai intervensi kepentingan non-korporasi. Saya melihat ekspansi Pertamina di Aljazair sebagaimana yang saya tulis di Manufacturing Hope sebelumnya, bisa menjadi salah satu alat bagi Pertamina untuk balapan di tingkat dunia itu.

Saya juga lagi menunggu dengan berdebar proyek besar yang satu ini: penggelaran pipa gas dari Arun ke Medan. Tanpa APBN. Mestinya, tiga bulan lagi selesai. Kemajuan pengerjaannya sesuai dengan target. Saya sudah sampaikan kepada Karen Agustiawan harapan saya agar proyek ini selesai 15 Oktober depan. Atau lima hari sebelum masa jabatan saya berakhir.

Ini akan bisa menghemat uang negara Rp 4 triliun per tahun. Ini akan mengakhiri sejarah panjang pemakaian BBM untuk membangkitkan listrik di Medan. Ini juga sekaligus mengatasi ketiadaan gas untuk industri di seluruh Medan. Lebih dari itu instalasi raksasa LNG Arun yang sudah nganggur bisa segera dimanfaatkan.

Kemarin saya langsung mengontak Menteri ESDM Jero Wacik. Untuk bisa memutuskan alokasi gas untuk dialirkan melalui pipa ini ke Medan. Pak Wacik pun langsung merespon. “Saya bereskan. Banyak hal ribet begini bisa saya bereskan. Contohnya gas Tangguh itu,” katanya. Alhamdulillah.

Proyek pipa gas Arun-Medan ini akan menjadi agenda 100 hari terakhir pemerintahan Pak SBY.
Tentu saya juga mengucapkan selamat kepada direksi PLN. Perusahaan “Lilin” Negara (karena dirinya sendiri sering terbakar untuk menerangi orang lain) itu menyusul Pertamina masuk Fortune Global 500. Peringkatnya pun tidak membuat saya sedih: 477. Terus terang saya kaget PLN sudah begitu besarnya untuk ukuran dunia.

“Anda hebat Pak Nur. Anda telah tercatat, di masa Anda jadi dirutlah PLN masuk Fortune Global 500,” tulis saya untuk Nur Pamuji, Dirut PT PLN. Ini tentu akan jadi riwayat hidup yang manis. Terutama untuk direksi PLN yang tahun ini akan habis masa baktinya.

Saya melihat masih ada tiga lagi BUMN yang memiliki potensi untuk masuk Fortune Global 500 dalam dua tahun ke depan. Tentu mereka memerlukan dukungan yang kuat. Terutama untuk bisa melakukan aksi-aksi korporasi yang mereka perlukan. Direksi mereka sangat mampu. Asal tidak banyak diintervensi.

*Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI

(Setper-14/7)



7 July, 2014

Lowongan Pekerjaan ANTARA 2014

Perum LKBN Antara membutuhkan beberapa tenaga untuk mengisi beberapa posisi dengan kualifikasi sebagai berikut :

1.Wartawan Antaranews.com

Persyaratan:
- S1 semua jurusan, IPK min. 2,75
- Usia max. 27 tahun
- TOEFL min. 450
- Belum menikah
- Dapat bekerja dalam tim
- Sehat jasmani dan rohani

Lamaran dikirimkan dengan melampirkan CV, foto copy Ijazah, Transkip Nilai, fotocopy KTP, pas photo serta mencantumkan no.telp/HP yang dapat dihubungi.

2.Fotografer Gohitzz.com

Persyaratan:
- Pendidikan min. S1 segala jurusan
- Usia Maks. 27 tahun
- Memiliki pengalaman dalam bidang fotografi minimal 2 tahun
- Menyukai lifestyle
- Memiliki kemampuan menulis jurnalistik
- Memiliki alat/perlengkapan foto sendiri
- Dapat bekerja dalam tim

Lamaran dikirim dengan melampirkan CV, portofolio dalam bentuk winzip/winrar (maksimal 1MB), dan mencantumkan no. telp/HP yang dapat dihubungi.

3.Translator

Deskripsi Tugas:
Melakukan penyuntingan/pengeditan dan penerjemahan berita yang dihasilkan oleh Mitra Asing

Persyaratan:
- Pendidikan minimal S1
- Diutamakan Jurusan Jurnalistik, Komunikasi dan Bahasa/Sastra inggris
- Usia max. 26 tahun
- TOEFL min. 450
- Belum menikah
- Memiliki pengetahuan di bidang jurnalistik
- Dapat mengoperasikan MS Office
- Bersedia bekerja dalam shift
- Dapat bekerja dalam tim
- Sehat jasmani dan rohani

Lamaran dikirimkan dengan melampirkan CV, foto copy Ijazah, Transkip Nilai, fotocopy KTP, pas photo serta mencantumkan no.telp/HP yang dapat dihubungi.

4.Staf Database Dokumentasi Foto

Deskripsi Tugas:
- Mengembangkan sistem untuk digitalisasi dan database foto
- Mengelola database dokumentasi foto

Persyaratan:
- Diutamakan Pria
- Pendidikan minimal D3, diutamakan jurusan Teknik Multimedia atau jurusan Perpustakaan
- Usia max. 25 tahun
- Bersedia bekerja dalam shift
- Dapat bekerja dalam tim
- Sehat jasmani dan rohani

Lamaran dikirimkan dengan melampirkan CV, foto copy Ijazah, Transkip Nilai, fotocopy KTP, pas photo serta mencantumkan no.telp/HP yang dapat dihubungi.

5.Staf Administrasi & Keuangan

Persyaratan:
- Diutamakan Pria
- Pendidikan minimal S1 semua jurusan, diutamakan Manajemen
- Usia max. 25 tahun
- Mampu mengoperasikan Microsoft Office
- Dapat bekerja dalam tim
- Sehat jasmani dan rohani

Lamaran dikirimkan dengan melampirkan CV, foto copy Ijazah, Transkip Nilai, fotocopy KTP, pas photo serta mencantumkan no.telp/HP yang dapat dihubungi

6.Staff Helpdesk

Persyaratan:
- Wanita
- Pendidikan minimal Diploma 3, diutamakan jurusan Teknik Informasi/Manajemen Informasi
- Usia Maks. 25 tahun
- Aktif berbahasa Inggris dengan lancer
- Mampu mengoperasikan komputer dengan baik, terutama program Microsoft Office
- Dapat bekerja dalam tim

Lamaran dikirim dengan melampirkan CV dan surat lamaran dalam bahasa Inggris, fotokopi ijazah, transkrip nilai, fotokopi KTP, pas photo uk. 4×6 sebanyak 2 lbr, dan mencantumkan no. telp/HP yang dapat dihubungi.

7.IT Support & Helpdesk

Persyaratan:
- Pria
- Minimal D-3 Teknik Komputer/Teknik Informatika/Sistem Informasi dengan IPK minimal 2.75
- Menguasai berbagai operating sistem, troubleshoot hardware dan software.
- Diutamakan memiliki pengalaman kerja di lingkup IT minimal 1 Tahun
- Diutamakan berdomisili di JABODETABEK
- Mampu bekerja dibawah tekanan, ulet, dan berkelakuan baik
- Usia maksimal 25 tahun.

Lamaran dikirim dengan melampirkan CV dan surat lamaran serta mencantumkan no. telp/HP yang dapat dihubungi.

8.Account Executive ANTARA PUBLISHING UNIT (AE APU)

Persyaratan:
- S-1 semua jurusan
- Usia maksimal 27 tahun
- Berpengalaman minimal 2 tahun di bidang penerbitan
- Memiliki jaringan dengan penerbitan dan toko buku
- Mampu mengoperasikan program Microsoft Office.
- Mampu membuat proposal bisnis.
- Memiliki pemahaman bisnis dan perkembangan ICT, Multimedia serta Media Massa.
- Memiliki kemampuan analisa dan komunikasi yang baik.

Kirim Surat Lamaran dengan melampirkan CV, Foto Copy Ijazah, Foto Copy Transkip Nilai, Foto Copy KTP, Pas Foto (4X6) 2 lembar, no.telepon/HP yang dapat dihubungi.

Lamaran dikirim ke paling lambat sudah kami terima maksimal 18 Juli 2014 kepada :

Departemen PSDM
PERUM LKBN ANTARA
Wisma Antara Lt.19
Jl. Merdeka Selatan No. 17
Jakarta 10110

Atau kirim via email: recruitment-sdm@antara.net.id

Cantumkan posisi yang ingin dilamar pada amplop di sebelah kiri atas atau pada subject email.

(Setper-7/7)



7 July, 2014

D’Lloyd Setelah Lama Mati Suri

Dahlan Iskan

 

Satu lagi BUMN yang sudah lama mati bisa hidup lagi: PT Djakarta Lloyd. Minggu lalu sebuah pesta kecil diselenggarakan di hotel Pullmann Jakarta untuk syukuran.

Selama ini sulit sekali mencari jalan keluar menghidupkan perusahaan pelayaran yang pernah memiliki kelompok musik legendaris D’Lloyd itu.

Pernah saya ingin menghidupkannya dengan cara membelikannya kapal. Agar bisa mulai berusaha lagi. Tapi takut: jangan-jangan begitu kapal itu dibeli dan diserahkan ke PT Djakarta Lloyd langsung hilang. Disita orang.

Itu karena DL memiliki utang lebih dari Rp 1,3 triliun. Mereka itulah yang telah menyita kapal-kapal DL satu per satu.

Terakhir dua kapalnya yang masih tersisa dan sedang diperbaiki di Singapura, disita orang pula di sana. Habis. Ludes. Perusahaan perkapalan ini tidak punya kapal sama sekali.

Ketika saya mulai menjadi menteri, direktur DL tinggal satu: Syahril Japarin. Sebelumnya Syahril sudah memiliki posisi yang mapan sebagai dirut perusahaan air minum di Jakarta. Tapi ketika menteri BUMN sebelum saya menawarinya untuk menyelamatkan DL, Syahril tertantang.

Syahril sering menemui saya yang waktu itu masih menjabat dirut PLN. Dia minta untuk diberi tugas mengangkut batubara PLN. Tentu tidak mungkin. Tidak memenuhi syarat.

Pengangkut batubara PLN harus punya kapal. Apalagi, saat itu, saya lagi menerima tugas sulit dari menteri BUMN untuk menghidupkan perusahaan perkapalan yang juga sudah lama mati: PT Bahtera Adiguna (BAg).

Di tangan PLN akhirnya BAg bisa hidup dan kini sudah sangat sehat. Kapalnya juga sudah cukup banyak.

Saya sungguh iba melihat orang seperti Syahril. Mau menjadi dirut sebuah perusahaan BUMN yang sedang dalam proses tenggelam. Perusahaan itu tidak memiliki kapal, tidak memiliki kepercayaan, dan tidak memiliki penghasilan untuk menggaji karyawan.

Setiap hari yang datang ke kantornya adalah para pendemo: minta pembayaran gaji dan pembayaran utang.

Yang membuat lebih sulit, administrasi di perusahaan itu sudah porak poranda. Berkas-berkas hilang atau dihilangkan. Catatan-catatan utang tidak dilengkapi dokumen yang memadai. Sejak tahun 2007 DL tidak pernah diaudit. Auditor tidak bisa melakukannya. Tidak ada laporan kruangan.

Ketika saya beralih menjabat menteri BUMN saya sudah tahu penderitaan Syahril. Dia mempunyai jabatan keren, dirut BUMN, tapi tidak pernah menerima gaji. Saya langsung memberikan gaji saya sepenuhnya kepada Syahril.

Jadilah dia dirut yang gajinya sebesar gaji menteri. Jangan kaget, gaji menteri itu hanya 5 persennya gaji dirut BUMN besar.

Enam bulan lamanya Syahril “bergaji menteri”, sampai akhirnya perusahaan yang dia pimpin mulai sedikit-sedikit dapat penghasilan.

Ketika Syahril kemudian diangkat menjadi Dirut Pelni, DL dipimpin satu orang saja: Arham S Toriq. Dia seorang akuntan yang juga tertantang untuk meneruskan penyelamatan DL.

Arham berpikir tidak mungkin DL bisa selamat kalau utang Rp 1,3 triliun tidak diselesaikan. Arham ingin DL segera punya kapal. Tapi mustahil. Utang harus diselesaikan dulu.

Maka Arham menempuh jalan KPKU. Berhasil. KPKU memutuskan semua utang DL dialihkan menjadi saham. Dengan status saham yang tidak memiliki hak suara. Diputuskan pula, DL akan mencicil utang itu selama 18 tahun, dengan masa tenggang lima tahun.

Dengan keputusan KPKU seperti itu buku DL menjadi bersih!

Cara penyelesaian utang yang ditempuh Arham itu baik. Saya memang berkeras tidak mau negara harus menyelamatkan DL. Misalnya dengan cara Penyertaan Modal Negara (PMN). Bahkan, kalau memang harus mati, mati saja.

Dengan sikap saya seperti itu akhirnya pemilik piutang memilih perusahaan harus tetap hidup dengan cara restrukturisasi utang.

Cara seperti itu pulalah yang telah saya pakai untuk menyelamatkan PT Istaka Karya tahun lalu. PT Istaka yang juga terbelit utang di luar kemampuannya akhirnya terancam mati. Saya juga berkeras tidak mau ada PMN. Kalau mau mati, mati saja.

Usaha restrukturisasi pun akhirnya dilakukan. Ternyata berhasil. PT Istaka Karya kini hidup lagi. Bahkan sudah sangat sehat.

Maksud saya, untuk LT lMerpati Nusantara Airlines juga dilakukan hal yang sama. Jangan diberi lagi uang dari negara. Sudah terlalu banyak uang negara tenggelam di situ.

Tanpa restrukturisasi utang sulit Merpati diminta hidup lagi. Merpati memiliki utang Rp 7,9 triliun. Bahkan akumulasi kerugiannya sudah mencapai Rp 7,2 triliun. Karena itu melakukan restrukturisasi utang saja tidak cukup. Harus pula dilakukan kuasi reorganisasi untuk menghilangkan angka akumulasi kerugian yang begitu besar.

Setelah dua langkah itu dilakukan, barulah bisa dilakukan langkah besar ketiga: kerjasama operasi dengan perusahaan lain.

Tiga langkah besar itu tidak bisa dilakukan hanya oleh menteri BUMN. Harus secara bersamaan dilakukan oleh Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, dan Mensesneg. Tentu juga Menko Perekonomian. Dan prosesnya harus melalui DPR, khususnya Komisi 6.

Karena itu saya salut pada Komisi 6 DPR yang telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Merpati. Inisiatif Komisi 6 yang begitu cepat sungguh tidak saya perkirakan sebelumnya. Semoga Panja DPR di Komisi 6 itu menghasilkan yang terbaik untuk Merpati.

Khususnya diberikannya lampu hijau untuk restrukturisasi utang dan kuasi reorganisasi untuk mengatasi besarnya akumulasi kerugian.

Setelah Merpati ini masih ada satu lagi yang belum menemukan jalan keluar yang tuntas: PT Kertas Leces. Tapi waktunya sudah sangat mepet. PT IKI, PT Garam, PT Perikanan, Perum Perikanan Indonesia, Istaka, Waskita, dan banyak lagi BUMN sudah berhasil disehatkan.

Tapi PT Kertas Leces masih memusingkan. Saya ingin mengubahnya menjadi perusahaan energi, tapi waktu sudah tidak cukup.

*Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI

(Setper-7/7)