ilustrasi
england-flag

English

england-flag

Indonesia

SIARAN PERS

3 September, 2015

Pewarta Foto Antara Menangi Media Rewards BCA

Pewarta: Virna P Setyorini

Jakarta (ANTARA News) - Pewarta foto Kantor Berita Nasional Antara Prasetyo Utomo berhasil memenangi “Media Rewards BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ untuk kategori foto jurnalistik.

Perwakilan Image Dynamics, Harry Tumengkol dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta, Rabu mengatakan, penghargaan diberikan bagi wartawan yang foto dan tulisannya dinilai sangat berkualitas dari segi kelengkapan serta akurasi data dan informasi, juga desain dan daya tariknya bagi pembaca.

Setelah melalui proses seleksi, pewarta foto Kantor Berita Nasional Antara menjadi salah satu dari sembilan pewarta foto dan 10 pewarta tulis lainnya yang juga memenangi award tersebut.

Prasetyo Utomo menjadi pemenang “Media Rewards BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ bersama Aswin Rizal dari Harian Kompas, Adi Ramadhan dari Sindonews, Bernadus Wijayaka dari Beritasatu/Suara Pembaruan, Ady Sesotya dari Topskor.co.id, Bilal Ramadhan dari Republika Online.

Kemudian , Arie Basuki dari Merdeka.com, Broto Happy dari Harian BOLA, Dhemas Reviyanto dari Tempo.co, Irawaty Wardhany dari The Jakarta Post, Herka Yanis dari Juara.net, Mercy Raya dari Detik.com, Nuris Andi Prastiyo dari Jawa Pos, Ramdani dari Media Indonesia, Pratjna Lydiasari dari Suara Merdeka.

Selanjutnya, Rengga Sancaya dari Detik.com, Surya Sumirat dari Top Skor, Roderick Adrian Mozes dari Kompas.com, Wina Setyawati dari Pikiran Rakyat, dan Wirasatria dari Inilah.com.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa BCA menyelenggarakan media rewards kepada wartawan tulis dan wartawan foto yang meliput seluruh rangkaian kegiatan “BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015″ dengan hadiah total uang tunai sebesar Rp200,000,000, yang terdiri atas 10 pemenang jurnalis foto @Rp10,000,000 dan 10 pemenang jurnalis tulis @Rp 10,000,000.

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-3/9)



26 August, 2015

Antara Pamerkan Foto Proklamasi yang Belum Dipublikasikan

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani

Jakarta (ANTARA News) - Galeri Antara memamerkan 13 foto pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945 secara interaktif dengan menggunakan aplikasi “Histori Masa Depan” yang dapat diunduh di “play store”.

“Pameran interaktif ini berjudul 13 untuk 17, maksudnya adalah 13 foto untuk menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu,” kata Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara Oscar Motuloh pada saat peluncuran Pameran Interaktif Histori masa depan di Galeri Antara, Jakarta, Sabtu malam.

Untuk melihat foto tersebut, pengunjung harus membuka aplikasi tersebut melalui tablet atau ponsel berbasis andorid, kemudian arahkan ke media yang telah disediakan, berupa gambar kompleks Taman Prokalamasi.

Setelah itu akan tampil foto-foto yang menceritakan tentang peristiwa yang terjadi saat itu, salah satunya adalah pada saat semua orang berdoa bersyukur atas kemerdekaan Indonesia.

Terlihat, orang yang hadir menundukkan kepala, hanya Soekarno yang mengadahkan tangan ke atas.

Foto-foto tersebut merupakan koleksi dari Yayasan Bung Karno dan IPPHOS.

Selain pamerkan 13 untuk 17 ada juga pameran “24 Jam 17 Agustus” yang menuntun pengunjung untuk arah cerita detik-detik Proklamasi.

Masih menggunakan aplikasi “Histori Masa Depan” pengunjung dipersilahkan untuk berdiri di atas peta besar Jakarta pada saat itu.

Setelah berdiri di peta, pengujung tinggal memilih cerita yang ingin diikuti, ada empat pilihan cerita seperit “Peristiwa Rengasdengklok”, “Perumusan Naskah Proklamasi”, Proklamasi Kemerdekaan” dan “Penyiaran Proklamasi”.

Antara juga meluncurkan buku foto 70th HistoRI Masa Depan.

Putri salah satu Proklamator Mohammad Hatta yaitu Meutia Hatta mengapresiasi pameran tersebut.

“Pameran ini diharapkan dapat menggugah muda-mudi untuk mengenal sejarah bangsanya, apalagi dengan aplikasi android,” kata dia yang hadir pada pameran tersebut. *

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-27/8)



18 August, 2015

GFJA Hadirkan Sejarah Kelam Kolonialisme Belanda

Pewarta: Anom Prihantoro

Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) menghadirkan sejarah kelam kolonialisme Belanda di Indonesia lewat pameran foto bertema “70 th RI: Histori Masa Depan” yang dibuka mulai Jumat.

“Ada perang, ada kolonialisme yang dihadirkan di masa lalu, meski sekarang sejatinya kolonialisasi itu dalam tema berbeda,” Kadiv Museum dan GFJA Oscar Motuloh di area Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat.

Oscar mengatakan terdapat sekitar 100 foto yang dipamerkan dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Lewat foto di pameran, kata dia, disajikan kehidupan tentang perjuangan awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1950. Perjuangan kemerdekaan saat itu tidak hanya dilakukan oleh kalangan militer, tapi juga oleh sentuhan orang biasa seperti masyarakat sipil pencetak sablon propaganda kemerdekaan.

Oscar mengatakan pameran ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa kolonialisasi merupakan sebuah peristiwa tragis untuk kemanusiaan dan sudah seharusnya diakhiri apapun bentuknya. Dengan kata lain, kolonialisme tidak boleh terulang lagi dalam kehidupan manusia yang menjunjung hak asasi manusia.

Pameran ini sendiri berlangsung pada 14 Agustus-14 Oktober 2015.

Acara ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan dalam rangka HUT RI Ke-70.

Acara diinisasi oleh Kantor Berita Antara yang bekerja sama dengan Museum Bronbeek Belanda.

Editor: Ruslan Burhani

(Setper-18/8)



18 August, 2015

Ribuan Warga Jalan Sehat Peringati HUT Kemerdekaan

Pewarta: Ahmad Wijaya

Sekitar 3.000 peserta mengikuti jalan sehat sepanjang delapan kilometer yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, dalam rangka memperingati 70 tahun Indonesia Merdeka.

“Kegiatan jalan santai ini terbuka untuk umum dan merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI yang dikoordinasi oleh tiga BUMN yaitu PT PGN, Perum LKBN Antara, serta PTPN VIII,” kata Direktur Infrastruktur dan Pengembangan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Djoko Saputro kepada pers di Jakarta, Minggu.

Hadir dalam jalan sehat tersebut antara lain Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi, Direktur Komersial dan Teknologi Perum LKBN Antara Hempi N Prajudi, Direktur Keuangan Perum LKBN Antara Endah Sri Wahyuni, serta sejumlah pejabat dari Kementerian BUMN.

Dia mengatakan, kegiatan jalan sehat ini juga merupakan upaya kementerian untuk mensinergikan sejumlah BUMN sehingga dapat bekerja secara optimal.

Rute jalan kaki sehat dimulai dari depan Gedung Kementerian BUMN menelusuri Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin dan berbalik arah di Bundaran HI atau Tugu Selamat Datang dan akan berakhir lagi di Jalan Medan Merdeka Selatan di depan Gedung Kementerian BUMN sepanjang delapan kilometer.

“Untuk meramaikan olahraga tersebut panitia tidak memungut bayaran alias gratis dan bahkan panitia menyiapkan kaos dan makanan bagi para peserta,” kata Djoko.

Panitia juga mengadakan panggung hiburan yang akan diisi dengan lagu-lagu nasional guna membangkitkan semangat kebangsaan, serta menyiapkan sejumlah hadiah bagi para peserta yang beruntung.

Menu makanan yang akan disediakan adalah sate ayam (1.500 porsi), mi kondang (1.000 porsi), nasi uduk (1.500 porsi), bubur ayam (1.000 porsi), lontong sayur (1.000 porsi), tempe mendoan dan tahu (1.000 porsi), serta bubur kacang ijo dan cendil (1.000 porsi).

Selain itu juga jajanan pasar (1.000 porsi), kue pancong (1.000 porsi), bakso Blok S (500 porsi), batagor (1.250 porsi), kerak telor (1.000 porsi), minumen berenergi (12.000 unit), serta air mineral (20.000 unit).

Waskito Darmo seorang peserta jalan sehat mengatakan, ia bersama keluarga menyambut baik penyelenggaraan jalan sehat tersebut, apalagi bisa mendaftar gratis dan bahkan mendapat kaos dan makanan secara gratis.

“Saya sebetulnya tidak tahu kalau ada jalan sehat yang diselenggarakan Kementerian BUMN. Tadi saya kebetulan sedang olahraga pagi melihat ada acara ini, dan saya langsung mendaftar saja,” kataya.

Ia mengatakan, jarak delapan kilometer yang dijalani sudah cukup untuk berolahraga jalan sehat dan diharapkan kegiatan seperti ini bisa berlangsung terus.

Editor: Fitri Supratiwi

(Setper-18/8)



18 August, 2015

Saat Petinggi Militer dan Direksi BUMN Susuri Sungai Ciliwung

Pewarta: Ahmad Wijaya

Panglima Kodam Jaya, Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo, beserta sejumlah direksi BUMN menyusuri Ciliwung menggunakan perahu untuk menyaksikan sejumlah perlombaan dan pesta rakyat di tepi sungai itu.

Ini bagian dari aktivitas memperingati 70 tahun Kemerdekaan Indonesia. Belasan titik di sebagian Sungai Ciliwung menjadi tempat-tempat pesta rakyat itu.

“Kami bersama-sama rakyat ingin memeriahkan kemerdekaan dengan cara mengunjungi masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Ciliwung dan ingin mengubah pola pikir mereka agar tak lagi membuang sampah sembarang karena sungai ini sebenarnya memberikan potensi yang sangat besar,” kata Sutomo kepada pers, di Kompleks Resimen Induk Kodam Jaya, Jakarta, Sabtu.

Bukan cuma menyusuri Sungai Ciliwung saja, karena juga ada pasar murah.

Sejumlah pimpinan puncak BUMN yang hadir, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi serta Direktur SDM dan Umum Perum LKBN ANTARA, Naufal Mahfudz, dan Direktur Utama PTPN VIII, Dadi Sunardi.

Juga Direktur Umum dan SDM PT Perusahaan Gas Negara, Hendi Kusnadi, Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah.

Semua BUMN diinstruksikan Menteri BUMN, Rini Soemarno, untuk menyukseskan program BUMN Hadir untuk Negeri.

Tahun ini, Perusahaan Umum LKBN ANTARA, PT PGN (Persero), dan PTPN VIII (Persero) ditunjuk secara bersama-sama mengkoordinasi serangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 Indonesia di DKI Jakarta.

Menurut Sutomo, Ciliwung selama ini dikenal sebagai sungai kotor dan bau karena menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat yang tinggal di pinggiran.

Akibatnya sungai yang membelah Kota Jakarta tersebut jika musim hujan tiba meluap sehingga menyebabkan banjir yang menggenang sejumlah jalan dan perumahan.

Namun sejak tahun lalu, TNI AD yang dibantu pemerintah DKI Jakarta bersama-sama mengeruk dan membersihkan sungai itu sehingga saat ini sudah bersih dan tidak banyak lagi sampah bertebaran.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat setempat bahwa Sungai Ciliwung bukan sebagai tempat sampah dan kalau ingin membuang sampah buanglah pada tempatnya, sehingga sungai bebas dari bau dan kotor,” kata Sutomo.

Kegiatan menelusuri Ciliwung tersebut, kata Sutomo, juga ingin membuktikan Sungai Ciliwung sebenarnya juga bisa sebagai sarana transportasi alternatif sekaligus wisata air. Kota-kota besar dunia hampir semuanya memiliki wisata sungai yang nyaman, bersih, dan menyenangkan untuk ditelusuri.

Selain menyaksikan perlombaan rakyat tradisional, Sutomo dan jajaran direksi BUMN yang naik perahu juga menjual kebutuhan pokok murah, terdiri beras, gula, dan minyak goreng kepada masyarakat sekitar dengan potongan harga 70 persen.

“Hasil penjualan kebutuhan pokok tersebut selanjutnya disumbangkan untuk rumah ibadah setempat,” katanya.

Pesta rakyat Sungai Ciliwung dimulai dari Lapangan Tembak Rindam Jaya di kawasan Condet, dan berakhir di Komplek Kalibata Indah, kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran.

Sejumlah rangkaian acara sudah dipersiapkan untuk pesta rakyat, di antaranya perlombaan panjat pinang, balap karung, pukul bantal, balap kelereng, pukul kendil/balon, tangkap belut, gigit uang, serta makan kerupuk.

Editor: Ade Marboen

(Setper-18/8)



14 August, 2015

Pameran Foto, Pameran Interaktif & Mural Kemerdekaan “70 Th HistoRI Masa Depan”

Merayakan Kemajemukan pada Peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia, Kantor Berita Antara bekerja sama dengan Museum Bronbeek mempersembahkan
.
Pameran Foto, Pameran Interaktif & Mural Kemerdekaan
“70 Th HistoRI Masa Depan”

14 Agustus - 14 Oktober 2015
Galeri Foto Jurnalistik ANTARA
Jl. Antara 59, Pasar Baru, Jakarta 10710

Pembukaan:
Jumat, 14 Agustus 2015, 19.30 WIB

Pameran Interaktif
24 jam, 17 Agustus
Sabtu, 22 Agustus, 16.00

Peluncuran Buku Fotografi HistoRI Masa Depan
Sabtu, 22 Agustus, 19.00 WIB

Temu Wicara
22, 29 Agustus
5, 12, 19 September & 14 Oktober

Pemutaran Film
22, 29 Agustus
5, 12 September & 14 Oktober

Penutupan
Rabu, 14 Oktober
Temu Wicara
Pemutaran Film & Musik

(Setper-13/8)



13 August, 2015

KPU Kota Bogor Beri Penghargaan LKBN ANTARA

Pewarta: Laily Rahmawati

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Jawa Barat, memberikan penghargaan kepada Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara melalui Biro Utama Penyanggah Jakarta (BPJ)-Bogor atas kontribusinya dalam penyiaran aktivitas penyelenggara pemilu di kota tersebut.

Penghargaan itu diserahkan secara langsung oleh Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna didampingi empat anggota komisioner, Sekretaris, dan pegawai sekretariat KPU setemoat di Kantor Antara BPJ, di Bogor, Rabu.

“KPU mengenal Antara melalui pemberitaan tentang aktivitas KPU menyelenggarakan Pemilu yang tidak hanya dikutip oleh media lokal tetapi juga media manapun bahkan internasional,” kata Undang Suryatna.

Undang juga menjelaskan bahwa momen yang paling berkesan adalah saat KPU Kota Bogor menerima kunjungan pakar pemilihan umum internasional dari Irlandia, Mr Ronan McDermott yang didampingi oleh International Foundation for Electoral Systems).

Kedatangan Mc Dermott untuk mempelajari sistem Pemilu di Indonesia yang terkesan rumit. Dan ia terkesan serta mengapresiasi KPU dalam mempublikasikan hasil Scan Formulir C-1 dari setiap TPS pada Pemilu 2014.

“Pakar pemilu internasional berkunjung ke KPU Kota Bogor karena mendapat informasi dari Antara. Di sini kami mengetahui bahwa pemberitaan Antara tidak hanya dikutip oleh media nasional, tetapi juga media internasional,” kata Undang lagi.

Undang Suryatna menyebutkan pula, KPU Kota Bogor juga pernah mendapatkan penghargaan nasional maupun regional Jawa Barat, untuk hal transparansi informasi publik yang juga berkat dukungan media yang senantiasa memberitakan kegiatan KPU.

Dikatakannya, selain menyelenggarakan pemilu, KPU kini juga melakukan beberapa kegiatan dalam mensosialisasikan tahapan pemilu, di antaranya media visit, dan kegiatan cerdas cermat kepemiluan untuk siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa.

Penghargaan yang diberikan KPU kepala LKBN Antara Biro Penyangga Jakarta-Bogor itu adalah sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Bogor tahun 2013, Pemilu, dan Pileg serta Pilres di Kota Bogor tahun 2014.

Ada dua piagam yang diberikan kepada LKBN Antara, yakni sebagai Mitra Strategis Pemilu, Pileg, dan Pilpres 2014 dari KPU Pusat dan piagam sebagai Mitra Strategis Pemilu dari KPU Kota Bogor.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala LKBN Antara Biro Utama Penyangga Jakarta (BPJ)-Bogor, M. Tohamaksun, disaksikan oleh komisioner, sekretaris, dan staf sekretariat KPU Kota Bogor, serta Pewarta dan staf Antara BPJ di Kota Bogor.

Pada kesempatan kunjungan rombongan KPU Kota Bogor ke kantor LKBN Antara BPJ itu, Kepala Biro Antara setempat menyampaikan seputar sejarah berdirinya Antara sebagai “Kantor Berita Indonesia”, tugas dan funsginya, produk serta sistem distribusi/penyebarluasan berita, foto, artikel, dan Berita TV Antara kepada jaringan mitra kerja media massa dan masyarakat.

“Antara sebagai kantor berita negara, antara lain bertugas memproduksi dan menyebarluaskan berita-berita yang mendidik, mencerahkan, dan menguatkan atau memberdayakan,” kata Toha.

Editor: Naryo

(Setper-13/8)



29 July, 2015

Pelatihan Jurnalistik Periode III ANTARA School of Journalism

Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA membuka program pelatihan
jurnalistik periode III pada sabtu 8 Agustus 2015. Kelas yang dibuka:
1. Menulis Dasar
2. Fotografi Dasar

MENULIS DASAR (Biaya Rp. 2.550.000,-)
1. Dasar-Dasar Jurnalistik
2. Kode Etik Jurnalistik dan Etos Kerja Jurnalis
3. Bahasa Indonesia Jurnalistik
4. Merancang Media dan Manajemen Media
(Agenda Media, Rubrikasi, Penentuan dan Pengembangan Isu)
5. Teknik Wawancara, Riset dan Pengumpulan Data
6. Reportase dan Menulis Berita
7. Praktik Membuat Berita dan Bedah Karya
8. SEO, Meningkatkan Nilai Konten dan Praktik
Penerapan SEO

FOTOGRAFI DASAR (Biaya Rp. 2.550.000,-)
1. Kuliah Umum : Fotografi “MembukaMata Dunia”
2. Komposisi dan Teknik memotret
3. Praktik Memotret Dasar
4. Konsep Fotografi untuk Media
5. Praktik/Hunting Foto dengan topik tertentu
6. Editing dan Caption Foto (Teori dan Praktik)
7. Teknik Mempublikasikan dan Mempopulerkan Foto di Media
8. Kurasi Foto dan Bedah Karya

Pelatihan akan dilaksanakan tiap Sabtu selama 5x. Waktu pelatihan jam
10.00 - 17.00 WIB.

Pelatihan akan dimulai dengan minimal 5 peserta.

Pendaftaran terakhir tanggal 3 Agutus 2015.

Biaya termasuk kits pelatihan, makan siang, transport hunting,
sertifikat dan pajak.

Kami juga membuka Inhouse Training kelas Intensive Terpadu. Materi,
waktu dan biaya pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing2
instansi/badan usaha.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
1. Lantinah, lpjantara@yahoo.com, tlp (021 – 3842591, 984 95175)
2. Nelly, nellymutiara@yahoo.com, sms (0812 1221 1227) wa (0817 077 0027)
3. Syaifudin, abi.adam05@gmail.com, sms/wa (0815 7469 8600)



10 July, 2015

Dari Jalan Antara, Indonesia Terkabarkan

Tanggal 17 Agustus 1945 pagi, dari rumah Koesnaeni di Jalan Bungur Besar, Jakarta, Adam Malik menelepon ke kantor Antara di Jalan Pos Utara Nomor 53. Asa Bafagih, si penerima telepon, mencatat Adam Malik yang mendiktekan bunyi proklamasi yang dibacakan Bung Karno di Pegangsaan Timur 56.

Lewat telepon pula Adam Malik membeber rencananya. Asa harus meneruskan kabar proklamasi bangsa Indonesia kepada Pangulu Lubis. Lubis harus mencari cara agar bunyi proklamasi itu disiarkan Domei, kantor berita Jepang di lantai dua flat nomor 59 di Jalan Pos Utara.

Wartawan senior Lembaga Kantor Berita Nasional (Kantor Berita) Antara, Soebagijo IN, menuliskan ketegangan sejarah tersiarnya kabar kemerdekaan Indonesia itu. Lubis berjalan kaki melewati dua flat yang berderetan di jalan yang kini dikenal sebagai Jalan Antara di Pasar Baru, Jakarta, membawa secarik kertas salinan teks proklamasi ke dalam kantor yang dijaga tentara Jepang.

”Lubis … menyelipkannya di antara berita-berita … yang telah dibubuhi izin Hodohan. Markonis Soegiarin ditugaskan mengawasi pelaksanaan tersiarnya teks proklamasi tersebut. Pengirimannya dilakukan oleh markonis Wua … Berita proklamasi Indonesia itu … mendapat tanggapan dari San Francisco, Australia, dan lain-lain. Marahlah mereka (Jepang) …,” tulis Soebagijo dalam buku Lima Windu Antara (1978).

Soebagijo menulis lagi, Kempetai memaksa Domei menyiarkan ”ralat” yang menyatakan berita proklamasi Indonesia salah. ”Seorang Jepang bernama Tanabe … membuat berita bantahan itu, dan kemudian disiarkan juga oleh Wua melalui pesawat Domei. Tapi … berita proklamasi telanjur disebar-luaskan; bukan saja dalam pers, tetapi juga per stensil, per kawat, ataupun per telepon, dari mulut ke mulut, sampai ke instansi pemerintah di daerah dan di luar kota.”

Ruangan tempat markonis Wua mengirim kawat berita proklamasi Indonesia masih terawat, dan hari ini menjadi bagian dari Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA). Di salah satu sudut lantai 2 galeri, terdapat sebuah meja yang penuh dengan berbagai peralatan radio tempo dulu, termasuk pesawat pengirim kode morse.

”Salah satu mantan Direktur Teknik Kantor Berita Antara, almarhum Soekarman, mengenal para pelaku sejarah itu. Soekarman menuturkan, di sudut ruangan itulah Wua mengirimkan kawat berita kemerdekaan Indonesia,” tutur Oscar Motuloh, kurator GFJA.

Sempat ditinggalkan

Setelah kemerdekaan, bangunan tempat disiarkannya kemerdekaan Indonesia ke penjuru dunia itu sempat menjadi tempat Kantor Berita Antara. Namun, pada 1980 Antara boyongan ke Wisma Antara, sebuah menara 20 lantai yang megah di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Tiga flat bangunan bekas Kantor Berita Domei—flat nomor 57, 59, dan 61 di Jalan Antara—ditinggalkan para pewarta Antara.

Adalah Handjojo Nitimihardjo, Pemimpin Umum Kantor Berita Antara periode 1987-1998, yang mengawali upaya menghidupkan kembali bangunan bekas Kantor Berita Domei itu. Pada 1991, Handjojo berhasil mendapatkan anggaran untuk merenovasi bangunan itu. Ia menunjuk Direktur Keuangan Awaluddin dan Direktur Teknik dan Logistik M Cholil sebagai pemimpin proyek museum sejarah Kantor Berita Antara.

Oscar Motuloh, yang ketika itu baru tiga tahun bekerja di Kantor Berita Antara, ditunjuk memimpin tim yang merancang konsep isi museum. Tahun 1991, Motuloh dan tim menemukan ruangan bersejarah tempat Wua mengirim kawat berita proklamasi di lantai kedua flat nomor 59 berantakan oleh tumpukan arsip.

Lantai dasar flat nomor 61 menjadi toko mebel dan lantai dua ditempati redaksi dua terbitan pemerintah, Warta Perundang-undangan serta Info Pasar. Sementara dua lantai flat 57 kosong melompong.

”Bangunannya masih terawat karena sejak 1959 sudah berstatus bangunan bersejarah kelas A. Kepala Museum Fathahillah saat itu, Adji Damais, mengenalkan kami dengan Wagiono Soenarto (sekarang Rektor Institut Kesenian Jakarta) untuk merancang desain museum yang akrab dengan budaya pop orang muda. Wagiono dan tim kami menggagas mural pop bergambar Soekarno, nuansa warna merah yang menjadi representasi bendera Merah Putih, dan pernak-pernik populer lainnya,” kata Motuloh.

Di seberang sudut tempat Wua mengirim kawat kabar proklamasi, berderet sejumlah peralatan radio tempo dulu dan mesin tik tua, termasuk mesin tik Adam Malik. Adam Malik adalah tokoh dalam sejarah Antara, yang bersama AM Sipahoetar, Soemanang, dan Pandoe Kartawagoena, mendirikan Persbureau Antara pada 13 Desember 1937.

Dinding lantai dua flat nomor 59 dan separuh dinding flat 57 juga penuh oleh salinan kliping berbagai koran bumiputra yang menyiarkan berita-berita pertama Persbureau Antara. Kutipan para pendiri bangsa, termasuk Soekarno, Hatta, dan Sjahrir, tertoreh di dinding merah flat nomor 59.

Denyut jurnalisme

Namun, bukanlah bangunan nge-pop atau deretan benda-benda tua yang menjadikan sejarah berita kawat proklamasi Indonesia terhidupi, bahkan tumbuh. Proyek revitalisasi bangunan bekas Kantor Berita Domei sejak awal dirancang agar peristiwa sejarah itu dihidupi dengan kekinian dan jurnalisme.

Setelah renovasi dan pengumpulan koleksi barang bersejarah, Motuloh menggandeng redaktur foto majalah Tempo, Yudhi Soerjoatmodjo, untuk menjadi kurator pertama GFJA. ”Yudhi Soerjoatmodjo adalah orang yang meletakkan dasar dan konsep GFJA. Ia merintis pameran fotografi jurnalistik pertama GFJA pada 1992 bertajuk ’Kilas Balik’. Yudhi pula yang menekankan pentingnya pendidikan fotografi dokumenter-jurnalisme, membuat GFJA hidup dan menebarkan semangat jurnalisme di antara orang muda. Pada 1994, dimulailah workshop reguler fotografi jurnalistik GFJA,” ujar Motuloh.

Sejak saat itu, setiap tahun (kecuali tahun 1998 saat seluruh pewarta foto disita kesibukan meliput Reformasi 1998) GFJA mendidik 30 peminat fotografi untuk belajar teknik dasar fotografi dan fotografi jurnalistik. Kelas-kelas itulah yang menempa ratusan fotografer profesional yang hari ini tersebar di hampir seluruh media nasional dan kantor berita internasional di Jakarta. Ditopang jaringan ratusan alumnus itu, setiap bulan GFJA mampu menggelar pameran fotografi jurnalistik di galeri yang menempati lantai dasar flat nomor 59 dan 61.

Jurnalisme di bekas Kantor Berita Domei semakin berdenyut ketika para pewarta foto Antara memutuskan ”balik kandang”, berpindah dari Wisma Antara di Medan Merdeka Selatan. Sejak 1999, separuh lantai dua flat nomor 57 menjadi kantor bagi para pewarta Divisi Mandiri Pemberitaan Foto Kantor Berita Antara.

”Hari ini, dari gedung bersejarah ini pula Indonesia terkabarkan kepada dunia. Foto-foto dari lebih 150 pewarta foto dari seluruh Indonesia setiap hari disajikan kepada dunia melalui kantor berita Reuters Inggris, Associated Press AS, DPA Jerman, Kyodo Jepang, Xinhua Tiongkok, dan seluruh kantor berita negara ASEAN,” ujar Kepala Divisi Mandiri Pemberitaan Foto Kantor Berita Antara Hermanus Prihatna.

Di tiga flat di Jalan Antara, sejarah tidak ditaruh sebagai kenangan. Sejarah kawat berita proklamasi Indonesia dihidupkan laku yang sama, mengabarkan Indonesia dan menumbuh-tebarkan semangat jurnalisme para perintis Kantor Berita Antara.

*Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Juli 2015, di halaman 18 dengan judul “Dari Jalan Antara, Indonesia Terkabarkan”.

(Setper-10/07)



10 July, 2015

Jurnalis Antara Lampung Juara I Lomba Menulis CP Prima

Jurnalis senior Kantor Berita Antara Budisantoso Budiman menjadi juara pertama dalam Lomba Penulisan yang diadakan CP Prima. Aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung ini meraup duit tunai Rp3 juta. Adapun juara II diraih wartawan Tribun Lampung Gustina Asmara dan juara III Iskandar Zulkarnain dari Lampung Post.

Juara dua mendapat Rp2 juta dan juara III Rp1 juta. “Sebanyak 25 naskah diterima dan kami dari internal yang menilai. Kami pastikan penilaian berlangsung objektif,” kata Julian Muhamad Riza, Manager Corporate Communication CP Prima Untuk harapan I diraih Sri Agustina dari Lampung Post, Daniel Tri Hardanto asal Tribun Lampung (harapan II) , dan Sanjaya asal Kupas Tuntas (harapan III). “Semoga setiap tahun kami bisa mengadakan acara buka bersama sekaligus silahturahmi.

Ini sebagai bentuk kontribusi kami kepada media yang mendukung kemajuan dari sektor perikanan di Lampung. Banyaknya tulisan yang naik siar membuat mata masyarakat terbuka,” kata dia.(*)

(Setper-10/07)