ilustrasi
england-flag

English

england-flag

Indonesia

SIARAN PERS

17 April, 2015

WeChat Sambangi ANTARA untuk Perkenalkan Official Account Gratis

Dunia digital yang bergerak dinamis menantang pelaku-pelaku bisnis di dalamnya untuk semakin banyak berinovasi dan membangun hubungan dengan banyak pihak. Salah satu bagian dalam era dunia digital yang sedang sangat digemari saat ini adalah Instant Messenger. Dengan tawaran semakin mudahnya cara berkomunikasi antar individu dengan menggunakan aplikasi yang berbasis pada jaringan internet tersebut, berbagai aplikasi Instant Messanger mendapat sambutan hangat di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

WeChat merupakan salah satu aplikasi Instant Messanger asal negara tirai bambu, Tiongkok. Untuk meraih pangsa pasar Indonesia, perusahaan itu menggandeng MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo. Direksi We Chat mengunjungi Kantor Berita ANTARA di Wisma ANTARA lantai 19, Jakarta pada Rabu, 15 April 2015 guna memperkenalkan We Chat dan kemungkinan melakukan kerjasama di berbagai bidang.

Chief Operating Officer PT MNC Tencent, Bagus Binatoro diterima oleh Iswahyuni selaku Corporate Secretary Perum LKBN ANTARA. Selain itu hadir juga tim Public Relations PT MNC Tencent dan juga tim dari SKPR sebagai konsultan PR dari WeChat Indonesia.

“Aplikasi ini kami luncurkan di Indonesia pada 28 Februari 2013 dan responnya luar biasa,” Ujar Bagus yang kemudian menambahkan angka unduhan tersebut di luar perkiraaan. Namun, Bagus tidak mau menyebutkan data jumlah absolut unduhan tersebut.

Ia hanya mengatakan bahwa pengunduh terus bertambah, sehingga pengelola juga terus menambah layanan bagi pengguna di Indonesia, antara lain stiker (gambar) artis-artis Indonesia dan juga game-game.

Sedangkan Corporate Secretary ANTARA, Iswahyuni mengatakan bahwa ANTARA sebagai sebuah korporasi yang memiliki berbagai inovasi bisnis tentu saja tidak bisa memisahkan diri dari perkembangan digital, termasuk keberadaan aplikasi seperti WeChat.

“Untuk promosi atau branding tentu diperlukan, namun bagaimana konsep kontennya tentu menjadi yang utama bagi ANTARA, apalagi sebagai Kantor Berita satu-satunya milik Indonesia harus menjaga kredibilitasnya.” Iswahyuni menjelaskan.

Minggu lalu WeChat meluncurkan official account yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menyebarkan informasi secara lebih mudah kepada penngguna WeChat yang mem-follow (mengikuti) akun resmi perusahaan tersebut.

Untuk memiliki official account maka perusahaan harus mengirimkan formulir aplikasi melalui http://apply.wechat.com dan selanjutnya menunggu validasi admin WeChat. “Fitur ini gratis,” kata Bagus.

Bagus yang menjabat sebagai COO MNC Tencent sejak 2013 itu juga mengatakan bahwa WeChat adalah aplikasi pesan instan paling utama di tempat asalnya Tiongkok. Saat ini, aplikasi tersebut sudah ada di 15 negara dengan 20 bahasa.

(Setper-17/4)



16 April, 2015

Lowongan Kerja Kantor Berita ANTARA April 2015

Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, membutuhkan beberapa kandidat untuk mengisi posisi dengan kualifikasi sebagai berikut :

IT TECHNICAL SUPPORT

- Diutamakan Pria
- Usia maksimal 27 tahun
- S1 Teknik Informatika / Sistem Informatika
- Menguasai
* Sistem Operasi Linux dan Solaris
* Sistem Operasi Microsoft Windows Server
* Microsoft SQL Server dan Microsoft Excel
* Sistem Jaringan berbasis TCP/IP, Router
* CCNA lebih diutamakan
- Dapat berkomunikasi dengan baik (bahasa Inggris secara aktif)
- Mampu melakukan analisis dan pemecahan masalah
- Dapat bekerja sama dengan tim, maupun bekerja secara mandiri
- Bertanggung jawab dan mampu bekerja dibawah tekanan

Kirim Surat Lamaran dengan melampirkan CV, Foto Copy Ijazah, Foto Copy Transkrip Nilai, Foto Copy KTP, Pas Foto terbaru, nomor telepon/HP yang dapat dihubungi, ke :

Departemen PSDM Perum LKBN Antara
Wisma Antara, Lantai 19,
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17
Jakarta 10110
atau
E-mail ke : recruitment-sdm@antara.net.id
cc. rifal@lkbnantara.com

paling lambat 28 April 2015.

(Setper-16/4)



7 April, 2015

ANTARA-RADAR CIREBON GELAR SEKOLAH JURNALISTIK SANTRI

Oleh Budi Santoso

Cirebon, 3/4 (Antara) - Ikatan Alumni Buntet Pesantren (IKLAB) menggandeng Kantor Berita Antara dan Harian Radar Cirebon menggelar Sekolah Jurnalisik Santri Buntet Pesantren di Madrasah Aliyah Negeri Buntet, Kabupaten Cirebon.

Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi yang membuka acara itu, Jumat, mengatakan budaya tulis menulis sudah tidak asing bagi kalangan pesantren sehingga pelatihan ini merupakan motivator agar santri mampu mempelajari jurnalistik.

“Untuk menjadi wartawan hanya butuh belajar dan belajar karena dengan teknologi informasi semua ilmu bisa dipelajari melalui internet termasuk belajar jurnalistik,” katanya.

Dalam paparannya tentang dinamika industri media, Saiful meminta santri harus juga menguasai teknologi informasi karena dunia jurnalistik selalu mengikuti perkembangan teknologi.

Ketua IKLAB Masyur Ainun Najih berharap pelatihan akan memunculkan santri yang mampu mengelola media untuk kalangan internal pesantren seperti buletin, tabloid dan majalah dinding.

“Dulu pernah ada buletin dan tabloid untuk internal pesantren, namun hanya seumur jagung. Pelatihan ini membangkitkan semangat membuat media komunikasi,” katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan hari pertama akan diisi tiga pemateri dari Kantor Berita Antara dan hari kedua akan diisi pemateri dari Radar Cirebon.

“Selanjutnya setiap jumat akan ada pelatihan menulis yang lebih intensif, dibimbing wartawan Radar Cirebon,” katanya.

Pelatihan yang diikuti 80 siswa dari MAN Buntet, SMANU dan SMKNU Buntet itu merupakan rangkaian kegiatan Haul Buntet Pesantren.

(Setper-7/4)



1 April, 2015

KADISPEN TNI-AD Kunjungi Kantor Berita ANTARA

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI-AD Brigadir Jenderal TNI Wuryanto beserta jajarannya berkunjung ke Kantor Berita Antara hari Rabu, 1 April 2015 di Ruang Rapat A Sipahoetar di Lantai 20 Wisma Antara.

Di antara yang menerima kunjungan adalah Sekretaris Perusahaan Iswahyuni dan Kepala Divisi Pemberitaan Umum yang mewakili Direksi.

Dalam kunjungan ini, Sekretaris Perusahaan menjelaskan mengenai seluk beluk Kantor Berita Antara sejak dari pendiriannya pada 13 Desember 1937 hingga berubah status menjadi Perusahaan Umum pada 18 Juli tahun 2008 melalui PP No 40/2007.

Sementara Kadispen TNI- AD menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kantor Berita Antara yang telah membantu fungsi utama dari Dinas Penerangan TNI-AD untuk menyebarkan informasi umum mengenai apa dan bagaimana TNI-AD.

Dinas Penerangan TNI-AD sangat memerlukan dukungan media, termasuk Kantor Berita Antara yang berfungsi sebagai penyeimbang pemberitaan yang berkembang di tanah air.

Menurutnya, baik Kantor Berita Antara dan Dispen TNI-AD sama-sama bercita-cita memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa.

Pada kunjungan yang juga dihadiri beberapa wartawan Kantor Berita Antara ini, Manajer Pemberitaan Politik Budi Setiawanto antara lain menanyakan upaya TNI-AD untuk menghadapi kejadian di Aceh dan Papua baru-baru ini serta isu penghapusan territorial di kalangan TNI-AD.

Brig Jen Wuryanto juga menjelaskan bagaimana para prajurit TNI-AD berbaur dengan masyarakat dan kerjasama TNI-AD dengan Kementrian Pertanian Republik Indonesia untuk mendukung penyiapan Indonesia sebagai negara swa sembada pangan tiga tahun mendatang.

Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan ke ruangan kerja Direktorat Pemberitaan Perum LKBN Antara dan melihat ruang kerja Divisi Pemberitaan TV serta melakukan wawancara.

Dispen TNI-AD dan Divisi Pemberitaan TV Antara telah menjalin kerjasama di bidang pemberitaan sejak tahun lalu.

(Setper-1/4)



31 March, 2015

Talenta Muda Indonesia Berkibar di Dunia Internasional

Industri kreatif di Indonesia semakin menggeliat. Perkembangannya terus melesat hingga ke tingkat internasional. Keanekaragaman budaya, keindahan alam, dan wilayah yang luas serta didukung oleh kreativitas Sumber Daya Manusia di Indonesia menjadikan Indonesia potensial untuk pengembangan sektor industri kreatif.

Industri kreatif sendiri merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Upaya pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dengan mengutamakan kreativitas inilah yang selanjutnya dikenal dengan istilah ekonomi kreatif, yang diharapkan akan menjadi penggerak utama dalam tahap perkembangan ekonomi yang baru.

Terdapat 15 sektor yang dikategorikan sebagai industri kreatif yakni Periklanan (advertising), Arsitektur, Pasar Barang Seni, Kerajinan (craft), Desain, Fesyen (fashion), Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif (game), Musik, Seni Pertunjukan (showbiz), Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software), Televisi & Radio (broadcasting), Riset dan Pengembangan (R&D), dan yang terakhir Kuliner.

Saat ini di Indonesia ada sekitar 11,8 juta orang yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. Dari jumlah tersebut sebagian besarnya merupakan penduduk berusia produktif yakni 15-27 tahun. Talenta muda inilah yang nantinya akan menjadi senjata andalan Indonesia di bidang industri kreatif. Banyak talenta muda Indonesia yang sudah berkiprah internasional. Prestasi yang membanggakan tersebut tak pelak turut mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia.

Tex Saverio, Alexander McQueen dari Indonesia
Beragam pujian dilayangkan pada Tex Saverio saat gaun rancangannya yang dinamai ‘La Glacon’ dikenakan Lady Gaga dalam sebuah sesi pemotretan untuk majalah popular Harper’s Bazaar tahun 2011. Setelah itu karir desainer Tex Saverio terus melejit di dunia internasional. Gaun rancangannya pun dikenakan oleh Kim Kadarshian dalam pemotretan majalah Elle. Tex kembali menorehkan prestasi dengan merancang gaun yang dikenakan oleh Jennifer Lawrence dalam film The Hunger Games: Catching Fire.

Prestasi Tex Saverio yang cemerlang tersebut menjadikannya satu-satunya desainer Indonesia yang tampil di ajang Paris Fashion Week. Tahun ini, Rio akan kembali mempertunjukkan koleksi musim semi dan musim panas 2015 di Paris Fashion Week, September mendatang. Fashion blogger dunia menyebut Tex Saverio sebagai Alexander McQueen dari Indonesia karena karakter rancangannya dinilai serupa dengan rancangan-rancangan desainer asal Inggris tersebut.

Ronny Gani, animator Transformers : The Age of Extinction
Film Transformers: The Age of Extinction mampu menyedot jutaan pasang mata penduduk dunia. Tak disangka dibalik layar film Box Office ini ada sentuhan tangan dari pemuda berbakat Indonesia, Ronny Gani. Tak hanya Transformers, Ronny juga pernah terlibat dalam pembuatan film Pacific Rim, The Avengers, dan Noah.

Minimnya institusi yang menawarkan jurusan animasi mendorong Ronny Gani untuk membuka kursus animasi online dengan nama “Bengkel Animasi”. Kursus tersebut sengaja dibuat online agar bisa diakses di mana saja dan oleh siapa saja. Ronny berharap, dengan membuka Bengkel Animasi bisa menjadi salah satu kontribusi kecilnya dalam penyediaan Sumber Daya Manusia di bidang animasi, sehingga nantinya akan ada lebih banyak animator bagus dari Indonesia.

Rini Sugianto, animator utama The Adventures of Tintin
Selain Ronny Gani, ada animator yang sudah menggarap banyak film sukses di dunia. Dia adalah Rini Sugianto. Rini merupakan salah satu character animator yang yang terlibat dalam pembuatan film The Adventures of Tintin: Secret of the Unicorn garapan sutradara Steven Spielberg. Di film tersebut Rini merupakan animator utama yang mengerjakan tujuh puluh scene.
Sebelumnya Rini juga termasuk dalam tim animator dalam film Hobbit 1 & 2, The Hunger Games: Catching Fire, Iron Man 3, TMNT, dan The Avengers. Rini pun kembali terlibat dalam pembuatan animasi The Avengers 2 yang akan tayang tahun 2015 ini.

Menurut Rini, saat ini banyak animator asal Indonesia yang sudah mendunia. Namun karena animasi masih menjadi hal yang baru di Indonesia, lapangan kerja bagi para animator lebih terbuka di luar negeri. Meski begitu, dia mendorong para animator Indonesia untuk percaya diri melangkah dan menunjukkan karyanya.

Calvin Kizana, pencipta aplikasi PicMix yang mendunia
Siapa sangka aplikasi buatan anak Indonesia bisa menjadi tren dunia dan terpasang di 23 juta ponsel di berbagai Negara. Aplikasi PicMix merupakan aplikasi yang murni dibuat oleh anak Indonesia, Calvin Kizana di tahun 2012. PicMix yang berasal dari kata Picture serta Mixing ini merupakan aplikasi aplikasi photo sharing dengan berbagai fitur.

Program PicMix sebenarnya sederhana. Calvin menganggap semua ponsel di pasaran sudah memiliki kamera. Seiring dengan itu, tren orang untuk memfoto diri sendiri semakin meningkat. Hal tersebut membuat aplikasi seperti PicMix memiliki pangsa pasar yang besar.

Pada awalnya Calvin memilih memasang PicMix di BlackBerry karena belum ada aplikasi sejenis di smartphone tersebut. Apalagi pangsa pasar BlackBerry di Indonesia saat itu sangat besar. Apabila saat itu Calvin langsung memasukkan PicMix ke smartphone berbasis Android dan Ios, Ia yakin PicMix tidak akan sesukses sekarang. Di BlackBerry App World, aplikasi Picmix selalu menduduki peringkat top five. Demikian juga di Google Play, aplikasi itu selalu berada di peringkat Top 10 atau Top 20.

(Setper-31/3)



31 March, 2015

Pijar Lintang, Sajian Potret Kehidupan dari Bidikan Peserta Workshop GFJA Angkatan XX

Dunia fotografi kini telah berkembang begitu pesat. Sejak teknologi digital menyeruak di belantara fotografi, seolah arus perkembangannya mengalir begitu deras. Mahar untuk meminang peranti pendukung fotografi seperti kamera, lensa dan aksesorisnya hingga saat ini dianggap murah oleh sebagian orang. Hampir semuanya dapat membeli kamera dan menginginkan dirinya menjadi sosok fotografer. Namun fotografi tak hanya sekedar memiliki kamera dan menekan tombol shutternya, tetapi lebih dari dua hal itu.

Momen, peristiwa dan isu yang dipadu dengan teknik yang tepat juga akan membawa rasa tersendiri dalam karya fotografi. Melanjutkan perjalanan panjang dalam lingkar waktu dua dasa warsa workshop tahunan, Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) kembali menyajikan portofolio karya dalam tema “Pijar Lintang” dari Angkatan XX workshop tersebut, pada 27 Maret hingga 20 April 2015.

Untuk melanjutkan tradisi, para peserta workshop GFJA angkatan XX baik dari kelas dasar dan jurnal, hampir setahun berproses menimba ilmu fotografi. Sebagai puncaknya adalah peserta menjadi pameris penyaji karya – karya di ruang pamer GFJA dalam berbagai sudut pandang dan muatan isu, momen, maupun peristiwa yang ada selama menjelajahi wahana nyata dunia foto jurnalistik.

“Sejak pergelaran pertama pada 1994, workshop GFJA telah menjadi oase fotografi jurnalistik bagi anak-anak muda yang ingin mengenal dunia fotografi yang beralaskan realitas. Sebentuk aliran dalam sungai fotografi yang seluas samudra,” ungkap Oscar Motuloh, Kurator pameran sekaligus Kepala Divisi Museum dan GFJA.

“Pijar Lintang” adalah sarana transformasi para peserta dalam menyerap intisari dari pembekalan para mentor yang berjalan sekitar enam bulan di kelas menjadi karya – karya fotografi dari kehidupan di sekitarnya. Dari polemik hingga euforia di sekelilingnya menjadi subjek – subjek bidikan kamera peserta workshop fotografi reguler GFJA Angkatan XX Jakarta.

Setelah dibuka untuk umum pada 27 Maret 2015, galeri talk dengan tajuk “Between Citizen Journalism and Street Photography” pada 11 April 2015 dan roadshow campus to campus pada 8 dan 15 April 2015 di UIN Syarif Hidayatullah serta Politeknik Media Kreatif turut memeriahkan pameran “Pijar Lintang”.

“Para peserta workshop Galeri Foto Jurnalistik Antara Angkatan XX berharap pameran ini dapat menjadi media penyampai pesan, penambah wawasan sekaligus renungan untuk berkontemplasi. Karya-karya bernuansa problematika diharapkan mampu mengingatkan publik untuk menolak lupa, atas banyaknya problem yang perlu diperbaiki. Sedangkan karya-karya berenergi positif dapat menjadi penyemangat dalam mengejar asa, menggugah jiwa untuk tetap optimis mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” tambah Johan Eka Firmansyah, Ketua Pameran Pijar Lintang.

Ini menjadi awal perjalanan para peserta workshop angkatan XX GFJA sebelum kelak terjun untuk menekuni dunia fotografi jurnalistik sebagai profesi. Dan inilah “Pijar Lintang,” rangkaian karya dari gambaran kehidupan di sekitar yang merupakan denyut nadi saat para peserta mulai keluar kelas dan menekan shutter di lapangan yang sesungguhnya.

Sekilas Tentang GFJA
Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) adalah salah satu organisasi pendidikan non profit yang bergerak dalam pendidikan fotografi jurnalistik dan dokumenter. GFJA juga menjadi pelopor berdirinya galeri foto jurnalistik di Asia Tenggara. Lebih dari 20 tahun, GFJA menggelar workshop fotografi reguler yang ditujukan bagi para peminat fotografi serius, khususnya fotografi jurnalistik dokumenter dengan materi – materi yang tersusun dalam berbagai komposisi dan dukungan dari mentor – mentor berpengalaman untuk memperdalam ilmu dan pengalaman para pesertanya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Silakan Menghubungi:
Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl. Antara No. 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat 10710
U.P : Danny Telp. 0813 1410 3577

(Setper-31/3)



26 March, 2015

Dirut dan Dirkombis ANTARA Terima Kunjungan Pemerintah Kota Palangkaraya

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi dan Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Hempi Prajudi, pada hari Kamis, 19 Maret 2015 menerima kunjungan Walikota Palangkaraya, M Riban Satia dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkaraya, Sigit K Yunianto di Ruang Rapat Adam Malik, Wisma ANTARA lantai 19, Jakarta.

Riban Satia dalam sambutannya mengatakan bahwa masih banyak potensi yang dapat dikembangkan dari Kota Palangkaraya. Salah satu potensi daerah yang memiliki kawasan hutan seluas 2.485,75 Km2 itu adalah pariwisata Taman Nasional Sebangau. Untuk itu Satia berharap dengan kerjasama yang terjalin, ANTARA dapat terus membantu menyebarluaskan karakter dan potensi Palangkaraya baik kepada masyarakat Palangkaraya sendiri maupun masyarakat di luar Kota Palangkarya.

Dalam kesempatan yang sama Saiful Hadi mengatakan bahwa ANTARA sebagai Kantor Berita Indonesia memiliki agenda setting tersendiri untuk pemberitaan daerah, seperti potensi ekonomi daerah dan potensi kearifan sosial yang dapat diangkat menjadi pemberitaan berskala nasional. Dengan dukungan dari 34 biro daerah di setiap provinsi, pemberitaan daerah pun menjadi lebih komprehensif. Dengan begitu potensi daerah pun dapat terangkat.

Ketua DPRD Palangkaraya Sigit Yunianto mengungkapkan berbagai berita dan informasi dari Kantor Berita ANTARA dinilai dapat membantu memantau kinerja DPRD. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa peran ANTARA sangat penting bagi pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Hempi Prajudi juga memperkenalkan produk-produk ANTARA terbaru, diantaranya Layar Indonesia.

Layar Indonesia merupakan kanal distribusi langsung informasi terkini Kantor Berita ANTARA kepada publik setelah layanan Portal Antaranews.com, portal-portal ANTARA di daerah, Portal AntaraFoto.com dan Portal Antara TV.com. Informasi yang disampaikan sangat bervariasi termasuk yang utama adalah diseminasi dan sosialisasi kebijakan-kebijakan pemerintah, informasi keuangan dan perbankan, politik, hukum & keamanan, pariwisata, kabar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kabar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dll.

Diharapkan layar Indonesia dan layanan multimedia ANTARA juga dapat menjadi bagian kerjasama diantara kedua belah pihak.

(Setper-26/3)



17 March, 2015

ANTARA-Pemkot Kupang Lanjutkan Pengembangan Portal Berita Kota Kupang

Perum LKBN ANTARA dan Pemerintah Kota Kupang melakukan penandatanganan kontrak kerja sama Pengembangan Portal Berita Pemerintah Kota Kupang, Jumat, 13 Maret 2015 di Ruang Rapat Adam Malik, Wisma ANTARA, Jakarta.

Walikota Kupang, Jonas Salean mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerja sama yang sudah berlangsung selama lima tahun ini. Menurut beliau, Perum LKBN ANTARA melalui Biro Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memberikan informasi mengenai program-program pembangunan pemerintah Kota Kupang.

“Harapannya kita dapat terus melakukan kerja sama ini karena sangat bermanfaat bagi Kota Kupang,” kata Jonas menutup sambutannya.

Direktur Komersial Perum LKBN ANTARA, Hempi N. Prajudi juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan pemerintah Kota Kupang kepada Perum LKBN ANTARA.
“Di tahun kelima ini, kami berharap peran serta ANTARA sebagai State Public Relations mampu menyuarakan apa yang sudah diperbuat oleh pemerintah,” tutur Hempi.

Kerja sama di bidang pemberitaan yang dilakukan oleh Perum LKBN ANTARA dan Pemerintah Kota Kupang ini bertujuan untuk memberitakan kemajuan pembangunan kota Kupang sehingga rakyat pun tahu apa saja yang telah diperbuat oleh pemerintah. Berita-berita mengenai Kota Kupang dapat diakses melalui website Pemerintah Kota Kupang di www.kotakupang.com.

Turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Bernabas Thomas Balukh dan Kepala Bidang Aplikasi Telematika, Vried Ndaumanu.

(Setper-17/3)



11 March, 2015

CTI Group Kembali Gelar IT Infrastructure Summit dan iCIO Award 2015

Perum LKBN ANTARA menjadi mitra media dalam kegiatan CTI IT Infrastructure Summit 2015 yang digelar Kamis, 5 Maret 2015 di Ballroom Ritz-Carlton Hotel, Jakarta. Tahun 2015 menjadi kali kedua diadakannya konferensi internasional yang digagas oleh PT. Computrade Technology International (CTI Group) tersebut.

Tahun 2015 ini, CTI mengusung tema “The Future of Analytics, Beyond Big Data” yang merupakan kelanjutan dari tema IT Summit tahun sebelumnya yaitu Big Data.

“Tema acara tahun ini dipilih untuk membantu para professional bisnis dan TI lebih memahami dan merespons berbagai konsekuensi atas investasi Big Data dan Analitik, baik dalam hal bisnis, teknologi serta sosial melalui sharing best practice terkait proses, tools, teknologi, teknis, dan aplikasi dari para pembicara ternama dari industri Analitik,” jelas CTI Group dalam keterangan resminya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Bambang Heru Cahyono, President Director Lenovo Indonesia Rajesh Thadani, Division Head Business Analytics PT Indosat Tbk Alex Raskita Ginting, dan Research Director Gartner Bhavish Sood.

Dalam paparannya, Bambang Heru Cahyono menjelaskan pemerintah sebagai fasilitator akan memfasilitasi cyber space dengan konten yang sehat, aman, cerdas, kreatif dan produktif. Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong small medium enterprises untuk menggunakan teknologi internet.

Di sela konferensi, digelar acara penganugerahan Chief Information Officer (CIO) terbaik se-Indonesia yaitu iCIO Awards yang saat ini telah memasuki tahun kedua. iCIO Awards 2015 yang diprakarsai oleh iCIO Community merupakan ajang penghargaan bergengsi bagi para CIO atau staf TI senior yang telah sukses memimpin organisasi dan menghasilkan nilai bisnis melalui pemanfaatan TI secara inovatif.

Penghargaan diberikan kepada tiga orang CIO berdasarkan kategori “The Most Innovative CIO”, “The Most Intelligent CIO”, dan “The Most Influential CIO”. The Most Innovative CIO berhasil diraih General Manager PT. Chevron, Agus Wicaksono. The Most Intelligent CIO diraih Chief of Information Tiket.com, Natali Ardianto, sedangkan The Most Influential CIO berhasil diraih oleh Head of IT PT Sierad Produce, Deden Anugerah.

(Setper-11/3)



4 March, 2015

“PR in Government”, Menelisik Kinerja PR di Lingkungan Pemerintahan

Perum LKBN ANTARA dan BamboeDoea Komunikasi berencana menyelenggarakan tiga seminar kehumasan untuk praktisi Public Relations (PR)/Humas yang bekerja di pemerintahan, badan usaha milik negara dan kalangan swasta sepanjang tahun 2015.

Seminar pertama bertajuk “PR in Government” berlangsung pada pertengahan bulan Februari 2015 di Auditorium Adhiyana, Wisma ANTARA, Jakarta Pusat, sekaligus dilakukan peluncuran buku “PR in Government”, sebagai kiprah 20 tahun BamboeDoea Komunikasi di belantara pengelolaan informasi.

Tampil sebagai pembicara dalam seminar pertama, Dirjen Informasi & Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy H. Tulung, Wakil Ketua Umum BPP Perhumas, Heri Rakhmadi dan Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo.

Berawal dari fakta belum kondusifnya tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga pemerintah, ketiga pembicara mengurai kondisi kehumasan instansi pemerintah dewasa ini. Hasil survey sejumlah lembaga di Indonesia selama lebih dari satu dasawarsa terakhir, menyatakan tingkat kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah atau badan publik masih berada pada level memprihatinkan.

Baik lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif, direspon dengan sentimen negatif oleh masyarakat. Pergantian sejumlah kepala negara tidak menjadikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah/badan publik membaik.

Bahkan Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sempat berujar mengapa pemerintah tidak mendapat porsi yang cukup di kalangan media massa untuk menyampaikan program kerjanya sehingga terjadi disinformasi?

Kendati pemerintah banyak membuka saluran berkomunikasi secara langsung kepada masyarakat, tetap saja komunikasi publik lembaga pemerintah dianggap belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, malah terus menurun dan memunculkan persepsi keliru masyarakat dalam memandang kinerja pemerintah.

Komunikasi pemerintah dianggap kurang berpengaruh, tidak memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap pembentukan pengetahuan masyarakat atas program kerja pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang melek dengan target program pemerintah, walaupun pada satu sisi pemerintah memiliki sumber daya dan sumber dana yang besar. “Cara komunikasi lembaga pemerintah kepada publik masih jauh dari harapan,” kata Suryopratomo.

Menurut Suryopratomo, cara pandang outward looking para pemimpin Indonesia di jaman memperebutkan kemerdekaan, sungguh menarik perhatian dunia. Mereka menggelar diplomasi yang mampu meyakinkan dunia bahwa Indonesia harus merdeka dan dunia kemudian mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada saat yang sama inward looking yang dilaksanakan para pemimpin tersebut mampu menjadi alat pembentukan karakter nasional.

Sesudah masa perjuangan kemerdekaan, Indonesia lebih inward looking dengan target stabilitas yang diejawantahkan pada pelaksanaan trilogi pembangunan. Aparatur komunikasi negara adalah Departemen Penerangan, TVRI dan RRI. Masuk ke masa reformasi, Suryopratomo mempertanyakan “mengapa pemerintah justru tidak punya strategi besar dalam membangun masyarakatnya?”.

Dua Hal Mendasar
Terdapat dua pertanyaan mendasar terhadap lemahnya tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah, pertama, apakah memang lembaga pemerintah/badan publik tidak berkinerja baik? atau apakah lembaga pemerintah sudah berkinerja baik tapi belum mampu melaksanakan komunikasi dan diseminasi program yang pas kepada masayarakat, sehingga masyarakat tidak paham apa yang sudah dikerjakan lembaga pemerintah dalam melaksanakan pembangunan bangsa?

“PR adalah mata dan telinga korporasi. PR juga memiliki cakupan kerja yang luas melebihi institusinya, karena itu PR tidak hanya bertanggungjawab terhadap pencitraan institusi tapi bagaimana PR menjadi juru komunikasi di ruang publik,” kata Freddy H. Tulung.

Merunut kembali perkembangan kehumasan di Tanah Air, Freddy H. Tulung sampai pada titik balik perubahan model komunikasi yang dikembangkan oleh anak-anak bangsa pada tahun 1908 dengan berdirinya Boedi Oetomo dan mencapai titik terangnya pada tahun 1928 ketika dilaksanakan deklarasi Sumpah Pemoeda oleh kelompok-kelompok pemuda dari berbagai suku, ras, agama, etnis mewakili seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Kehumasan pada tahun itu berubah dari pendekatan fisik dan senjata menjadi pendekatan rasional dan diplomasi via komunikasi. “Perlu diingat, bukan yang besar yang akan lestari melainkan yang paling adaptif akan perubahanlah yang survive,” kata Freddy H. Tulung merujuk kepada perubahan pola pikir kehumasan yang dilakukan bangsa Indonesia kala itu.

Dan bagaimana dengan sekarang? Apakah informasi dan komunikasi masih menjadi alat untuk mempersatukan bangsa? Menjadi alat untuk edukasi publik dan instrumen pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa? Selama era perjuangan kemerdekaan, orde lama, orde baru dan reformasi, pendekatan yang dilakukan oleh praktisi Humas berbeda-beda.

Semuanya memiliki kelebihan dan kelemahan namun pada intinya adalah bagaimana praktisi PR selalu tampil sebagai ujung tombak dalam membangun kedekatan dengan para pemangku kepentingannya, dalam hal ini adalah masyarakat Indonesia yang menginginkan kehidupan yang lebih baik, sejahtera, adil dan makmur.

PR pada abad 21 dihadapkan pada tantangan globalisasi, demokrasi dan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Informasi yang dulu hanya di ranah publik, saat ini sudah merambah ke wilayah-wilayah yang lebih privat. Bila dulu perlu waktu untuk memperoleh informasi, kini tinggal klik, informasi diperoleh secara seketika dan bahkan malah banjir tanpa saringan.

Globalisasi membentuk pasar tunggal yang sarat dengan kompetisi dan agar mampu unggul dalam kompetisi perlu kemampuan berkomunikasi. Dari sisi komunikasi, perwujudan globalisasi, demokrasi dan kemajuan pesat TIK ternyata menimbulkan noisy pada konten. Siapapun bisa bersuara, bisa mengkritik, bisa menyalahkan, bisa menghujat sehingga marak tindak kekerasan antar suku, agama, ras, etnis dan kelompok.

Menurut Freddy H. Tulung perlu dilakukan Government Public Relations (GPR) yakni pengelolaan informasi dan komunikasi yang berkelanjutan untuk memperoleh pemahaman dan dukungan publik terhadap penyelenggara negara.

Peran dan fungsi GPR adalah untuk mengelola informasi dan mengelola reputasi. Dalam hal ini, Humas berperan sebagai motor penggerak untuk mengedukasi publik dengan membangun karakter bangsa dengan konten informasi yang edukatif, mencerahkan, memberdayakan dan cinta kepada Tanah Air. Selain itu posisi PR dalam instansi pemerintah sebagai ujung tombak lembaga masing-masing kian signifikan, sesuai dengan peran dan fungsi GPR dalam mengelola issue dan mengelola reputasi lembaga pemerintah.

Persoalan Klasik PR di Lembaga Pemerintah
Sementara itu, pembicara lainnya, Heri Rakhmadi menyatakan pada umumnya, persoalan klasik yang dihadapi para praktisi PR di lembaga pemerintahan adalah keterbatasan anggaran, minimnya kualitas SDM di bidang ke-PR-an dan kurang memperoleh dukungan atasan, bagian perencanaan maupun bagian keuangan. Kendati demikian, Humas tidak boleh patah semangat, justru disinilah Humas ditantang untuk lebih kreatif agar tujuan program kegiatan dapat tercapai.

PR sebagai penanggungjawab komunikasi internal dan eksternal perusahaan perlu memahami kendala di lapangan lebih dari sekedar persoalan klasiknya. Praktisi PR terlebih dulu harus memahami siapa para pemangku utama lembaganya dan apa yang diperlukan oleh mereka. PR harus fokus pada sasaran program komunikasinya dengan mengembangkan pola hubungan yang sinergis, harmonis dan integratif. Hal-hal lain yang seyogianya menjadi prioritas adalah para PR tahu keberadaan posisi instansinya, issue-issue yang menonjol di masyarakat dan issue apa yang saat sedang berkembang, utamanya yang terkait dengan lembaganya. Selain itu, PR juga perlu memahami posisi instansinya di mata publik.

“Praktisi Humas harus berani menyampaikan hal yang paling pahit kepada atasannya. Hal ini tentu terkait dengan cara menyampaikan hal yang pahit itu,” kata Heri. Menurut pendiri BamboeDoea Komunikasi ini, setelah menganalisis situasi, hal mendasar yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan program komunikasi yang akan dilaksanakan.

Basis dari penetapan tujuan program PR biasanya sesuai dengan kaidah SMART (Specific/spesifik, Measurable/dapat diukur, Achievable/dapat dicapai, Realistis dan Time-Bound/terikat waktu). Sedangkan kaidah pelaksanaan program umumnya mengacu kepada kegiatan Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) agar sistematis dan terukur.

Membuat program yang dapat diukur akan memudahkan praktisi PR maupun para pemangku kepentingan mengambil keputusan atau membuat solusi atas suatu masalah dan tantangan kinerja yang mungkin timbul dalam mencapai target kegiatan.

Dalam mengkomunikasikan pesan, praktisi PR perlu memahami juga apa yang menjadi target dan kondisi para pemangku kepentingannya. Pesan menjadi bagian yang krusial dalam proses berkomunikasi. Pesan yang dapat diterima sangat berhubungan erat dengan konten pesan yang disampaikan. Pesan postif sekalipun belum dapat diterima secara positif oleh para pemangku kepentingan. Dalam hal ini, kepiawaian praktisi PR sangat diperlukan dalam “membaca” para pemangku kepentingan.

Kemampuan memetakan situasi psikologis yang mengikat antara para pemangku kepentingan dengan instansi atau lembaga tempatnya berkarya akan amat sangat membantu memilah alat komunikasi seperti apa yang diperlukan dalam melaksanakan program komunikasi sebuah instansi pemerintahan. Dari situ, praktisi PR akan paham akan pesan seperti apa yang paling pas untuk disampaikan. Pesan yang disampaikan oleh praktisi PR akan diserap sebagai pengetahuan terlebih dulu oleh para pemangku kepentingan sebelum dijadikan sebagai dasar untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

Heri Rakhmadi juga menyampaikan dalam melaksanakan kegiatan komunikasi, para praktisi PR lembaga pemerintah memiliki alat komunikasi terpadu yang terdiri dari rangkaian kegiatan above the line (iklan di media massa, tv, radio, internet dan printed media), below the line (event, direct sales, promotion, FGD) dan through the line (publikasi melalui website, sosial media, word of mouth), lobi dan media relations. Hal lain yang mengemuka bagi praktisi PR juga adalah konsistensi untuk memonitor terus hasil kinerja komunikasi instansinya agar realisasi dari program dapat terus dikembangkan seoptimal mungkin.

Seminar yang dibuka oleh Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi ini ditutup dengan penyerahan buku “PR in Government” kepada sejumlah tokoh masyarakat antara lain Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar , Dewan Pengawas TVRI Elprisdat, Pendiri London School of PR, Prita Kemal Ghani, Ketua BPP Perhumas Agung Laksmana, Project Manager UNDP, Pheni Chalid, Direktur Keuangan Perum LKBN ANTARA, Endah Sri Wahyuni, dll.

(Setper-4/3)